ANU Bantu AUD 170 Ribu untuk Pembuatan Website BPS

ANU Bantu AUD 170 Ribu untuk Pembuatan Website BPS

- detikFinance
Senin, 13 Nov 2006 16:26 WIB
Solo - The Australian National University (ANU) Australia kerjasama dengan Lembaga Demografi FE UI membuat website yang lebih memadai bagi Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk pembuatan website itu, ANU memberikan bantuan senilai AUD 170 ribu.Launching website BPS itu dilakukan di Hotel Quality, Solo, Senin (13/11/2006). Seluruh pejabat BPS kabupaten dan kota se-Indonesia menghadiri acara itu karena disatukan dengan rapat teknis nasional (Rateknas) Rekonsiliasi Hasil Sensus Ekonomi (SE) 2006.Perwakilan ANU, Terry Hull menjelaskan, website itu diselaraskan dengan pembangunan di era desentralisasi. Dikatakannya, saat ini di Indonesia masih sering terdengar masyarakat mengeluh kesulitan memperoleh data terbaru dan valid dari BPS, khususnya data demografi atau kependudukan.Dalam website yang didanai ANU sebesar AUD 170 ribu tersebut dapat diakses jumlah penduduk masing-masing kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk yang dapat diakses cepat adalah tentang vertilitas, mortalitas, data tenaga kerja, data kependidikan, tentang inflasi, PDRB dan lain-lainnya."Untuk mengakses data statikstik di Indonesia, pencari data tinggal mengklik www.bps.go.id. Dengan mengklik ikon Data Statiktik Indonesia maka akan terhubung langsung pada www.datastatistik-indonesia.com. Prioritas utama saat ini masih pada data kependudukan, data ekonomi sifatnya hanya pendukung saja," ujar Hull.Kepala Lembaga Demografi FE UI, Suahasil Nazara, menjelaskan perbedaan website data BPS dengan website data lainnya. Perbedaan itu adalah dalam website BPS tidak sekadar menyediakan data, namun sekaligus menyediakan gambaran tentang arti dari data-data tersebut.Menurutnya pembuatan website yang memadai itu akan sangat membantu BPS dalam mengatasi masalah data kependudukan yang sering mengganggu. Selama ini data yang disediakan BPS sangat terbatas, padahal permintaan data oleh masyarakat sangatlah luar biasa."Para peneliti, mahasiswa, perusahaan, dan instansi-instansi, wartawan dan lainnya akan sangat terbantu karenanya. Website ini akan menjawab kebutuhan yang ada. Semoga ini menjadi langkah awal bagi BPS sebagai penyedia data yang sesungguhnya," ujarnya.Direktur Desiminasi BPS, Abdul Rahman, juga mengakui data yang disediakan BPS selama ini berupa manual yang terkesan kering. Dengan kehadiran website itu diharapkan data statistik akan lebih mudah dipahami. "Ke depan website ini akan menyajikan semua data yang dibutuhkan masyarakat, tidak hanya data seputar kependudukan saja" kata dia. (mbr/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads