Bos Otomotif AS Curhat ke Bush

Bos Otomotif AS Curhat ke Bush

- detikFinance
Rabu, 15 Nov 2006 10:23 WIB
Washington - Bos-bos industri otomotif AS yang tengah dirundung malang akibat merosotnya penjualan curhat ke Presiden AS George Walker Bush.Mereka minta pemerintahan Bush membantu meningkatkan daya saingnya melawan serbuan perusahaan otomotif Asia terutama Jepang. Namun mereka menolak disebut minta penjaminan dari pemerintah.Para pemimpin perusahaan otomotif yang hadir antara lain CEO General Motors (GM) Rick Wagoner, CEO Ford Motor Alan Mulally dan CEO Chysler Tom LaSorda. Di awal pertemuan dengan Presiden Bush yang berlangsung Selasa (14/11/2006), trio itu curhat mengenai 'kepalsuan' Jepang soal melemahnya yen yang dianggap melemahkan daya saing produk mereka.Ketiga bos otomotif itu juga minta Presiden Bush membantu mengendalikan biaya pemeliharaan kesehatan karyawan yang terus meningkat dan menyebabkan kurang bisa berkompetisi dengan rival-rivalnya seperti Toyota, Honda dan Hyundai. Mereka juga minta suplai jagung yang lebih bisa diandalkan untuk dijadikan bahan bakar bio ethanol sehingga bisa membantu mewujudkan produksi separuh kendaraan dengan bahan bakar yang bisa diperbaharui pada tahun 2012. Selama ini, impor jagung dari Brasil dikenai bea masuk yang tinggi dalam rangka melindungi petani AS.Trio itu juga meminta Presiden Bush untuk menghilangkan tarif baja yang masih ada. Ketiganya sepakat tarif itu telah melukai industri manufaktur AS.Apa komentar Bush atas curhat mereka? Bush mengaku prihatin dan menyatakan bahwa mereka tengah menghadapi pilihan yang sulit karena harus berjuang untuk mengatasi kerugian yang terus membengkak dan terpaksa melakukan PHK dan penutupan pabrik."Dan pesan saya kepada rekan dagang kita adalah perlakukan kami seperti kami memperlakukan Anda," pesan Bush sebelum bertolak ke Vietnam untuk mengikuti pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Forum."Pasar kami terbuka untuk produk Anda dan kami mengharapkan pasar Anda terbuka untuk kami termasuk untuk produk otomotif kami," cetus Bush seperti dikutip dari AFP, Rabu (15/11/2006). (qom/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads