AS Lagi-lagi Tuduh RI Lakukan Dumping Kertas
Jumat, 24 Nov 2006 17:17 WIB
Jakarta - Indonesia kembali mengalami tuduhan melakukan praktek dumping dan subsidi atas produk kertas berlapis (coated paper) dari Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, kertas bergaris asal Indonesia juga dituduh hal yang sama."Berdasarkan informasi yang kami dapat, sejak 21 November AS telahmemulai proses tuduhan dumping dan subsidi untuk coated paper,"kata Direktur Pengamanan Perdagangan, Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Departemen Perdagangan (Depdag), Martua Sihombing, di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat(25/11/2006).AS merasa ekspor coated paper dari Indonesia telah merugikan industri kertas disana. Bahkan AS mencurigai kertas asal Indonesia sebenarnya adalah produk Cina."Kita sudah menerima kuisioner dari mereka dan sudah siap menjawabnya," ujar Martua.Martua mengatakan, pemerintah dan swasta telah sepakat untuk menghadapi tuduhan tersebut, mengingat pengalaman tuduhan sebelumnya yang tidak ditanggapi justru merugikan pengusaha Indonesia.Saat ini pemerintah dan pengusaha tengah mengumpulkan bukti-bukti bahwa tuduhan tersebut tidak benar."Ekspor coated paper Indonesia ke AS memperoleh pangsa pasar 3,9 persen dan diperkirakan akan terus meningkat. Selain Indonesia, tuduhan yang sama juga diajukan AS kepada Korea dan Cina," ungkap Martua.
(arn/ir)











































