Gas Petrokimia Gresik Terhambat, Pupuk Kaltim Pasok Urea Jatim
Jumat, 24 Nov 2006 17:44 WIB
Jakarta - Pupuk Kaltim (PKT) akan memasok kebutuhan pupuk urea sebesar 40 ribu ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan petani di Jawa TImur (Jatim).Pasokan pupuk bantuan Pupuk Kaltim ini, menyusul lumpuhnya produksi Petrokimia Gresik akibat terhentinya pasokan gas dari EMP Kangean sebesar 50 juta kaki kubik per hari, setelah pipa transmisi milik Pertamina di Porong Sidoarjo meledak."Stok urea dari Pupuk Kaltim masih ada, kita memanfaatkan stok yang ada itu dialihkan ke Petrokimia Gresik, istilahnya realokasi stok pupuk," ungkap Dirjen Industri Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian (Depperin), Benny Wahyudi, di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/11/2006).Benny menjelaskan, target penyelesaian perbaikan pasokan gas memakan waktu antara satu hingga satu setengah bulan. Sehingga PKT perlu melakukan realokasi pupuk sebanyak 40 ribu ton dalam sebulan, atau 60 ribu ton jika sampai satu setengah bulan."Tugas kita menentukan realokasi stok pupuk sementara pelaksananya DitjenPerdagangan Dalam Negeri," jelas Benny.Sementara Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman menjelaskan, pasokan pupuk urea dipabrik lain saat ini melimpah. Bahkan ada yang mencapai tiga kali lipat di tingkat lini tiga. Stok pupuk juga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang musim tanam ini meski Petrokimia Gresik mengalami gangguan produksi. Produksi urea Petrogres mencapai 460 ribu ton per tahun.
(arn/ir)











































