114 Pembangkit Listrik PLN Akan Gunakan Biofuel
Jumat, 01 Des 2006 17:42 WIB
Jakarta - PLN merencanakan menggunakan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel untuk 114 pembangkit listrik kecilnya di seluruh Indonesia. BBN itu nantinya akan mengganti bahan bakar minyak (BBM) solar yang selama ini digunakan PLN untuk menggerakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).Total pembangkit berbahan bakar solar sebesar 58 MW akan diganti dengan bahan bakar nabati pada tahun 2007," kata Komisaris Utama PLN Alhilal Hamdi di Kantor PLN Pusat Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (1/12/2006).Alhilal mengatakan, 114 pembangkit kecil tersebut berada di luar pulau Jawa yakni di NTB, NTT, Lampung dan Kalimantan Selatan. "Diharapkan dengan konversi ini subsidi BBM untuk PLN akan berkurang karena dengan memakai pure palm oil per Kwh lebih irit Rp 300 daripada menggunakan solar, konversi ini sudah dimuat dalam RKAP PLN tahun 2007 dan sudah disetujui dalam RUPS," katanya.Saat ini pembangkit yang sudah menggunakannya yakni di Lampung dengan total kapaitas 11 MW dan Nusa Penida 1,5 MW. Menurutnya, tidak perlu ada kekhawatiran soal pasokan BBN-nya mengingat Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar dengan produksi per tahun 19 juta ton. Sementara, konsumsi lokal hanya sekitar 3,6 juta ton dan sisanya diekspor.Nantinya jika bahan bakar nabati akan dikembangkan tentunya akan membantu industri minyak kelapa atau sawit. "Banyak pabrik minyak kelapa, yang tutup karena kalah bersaing dengan pabrik minyak besar, sekarang dengan PLN beli minyak itu, pabrik itu bisa jalan," ujarnya."Pulau terpencil yang jauh dari pasar bisa memasarkan kopra hasilnya untuk pembangkit PLN sehingga tidak perlu lagi menjual hasilnya jauh-jauh ke Surabaya," urainya.Nantinya, kata Alhilal, biofuel masuk dalam kategori bahan bakar bersubsidi. "Sekarang sudah masuk, biosolar masuk katagori bahan bakar disubsidi. Keputusannya sudah dikeluarkan oleh Menteri Keuangan 2 minggu lalu," jelas Alhilal. "Depkeu subsidi biofuel pakai patokan MOPS, semula kan yang disubsidi kan kerosin, premium dan solar. Biosolar itu tidak masuk katagori itu, tapi sekarang sudah diputuskan Menkeu," tegasnya."Mekanisme subsidi sama dengan subsidi BBM. Nanti Pertamina akan merembers berapa volume yang dipakai. Itu satu bagian dari paket subsidi BBM. Untuk biofuel, tidak hanya biosolar tapi semua biofuel," urainya.
(arn/mar)











































