Endriartono Jadi Komisaris Pertamina, Dirut Bingung
Selasa, 05 Des 2006 18:15 WIB
Jakarta - Jenderal TNI Purn Endriartono Sutarto resmi menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina. Banyak kalangan yang terkejut mengingat latar belakangnya sebagai militer dinilai tidak matching dengan bidang bisnis.Tidak kurang Dirut Pertamina, Ari Soemarno, hingga kini masih bertanya-tanya alasan dipilihnya mantan Panglima TNI tersebut sebagai komandan BUMN yang dipimpinnya."Saya nggak tahu (alasan pengangkatan Endriartono), itu kan keputusan pemegang saham. (Pengangkatan) saya juga diputuskan pemegang saham. Saya mau diberhentiin, ya urusan pemegang saham," ujar Ari di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (5/12/2006).Hal tersebut disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan usai perkenalan susunan komisaris baru PT Pertamina pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seluruh menteri terkait dan anggota direksi PT Pertamina hadir dalam kesempatan tersebut.Meski demikian, Ari masih melihat adanya relevansi antara pos terakhir dengan pos baru yang diduki Endriartono Sutarto. Dirinya bahkan berharap banyak agar pengalaman menajemen di militer mendongkrak kinerja PT Pertamina."Beliau seorang manajer yang me-manage angkatan bersenjata kita. Jelas pengalaman beliau sangat berharga untuk mengelola Pertamina ke depan," ujarnya.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memperkuat pendapat Ari. Purnomo enam tahun silam menjabat sebagai komisaris utama Pertamina. Kualifikasi yang lebih dibutuhkan di dalam pros tersebut adalah kemampuan manajerial, dan Endriartono Sutarto terbukti berhasil me-manage TNI, bahkan pada masa tersulit sekalipun."Jadi Pak Endriartono Sutarto sejauh yang saya tangkap, akan banyak dipakai nanti adalah managerial skill. Pengalaman beliau dalam proses pengambilan keputusannya," ujarnya.Tapi untuk menepis keraguan khalayak, Endriartono akan didampingi anggota komisaris yang juga telah terbukti berpengalaman dalam mengelola korporasi serta bisnis minyak dan gas."Dr Maizar Rahman dan Dr Umar Said itu ahli perminyakan. Pak Abduh sudah berpengalaman lama dalam industri perminyakan dan keuangan. Irnanda, wakil dari BUMN yang banyak menangani masalah korporat," papar Purnomo.
(qom/sss)











































