Subsidi Dulu, Baru MoU Biofuel
Kamis, 07 Des 2006 14:41 WIB
Jakarta - Pertamina tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah BUMN dan badan usaha swasta lainnya untuk pengembangan Biofuel. Namun Pertamina belum akan menandatangani MoU kerjasama itu jika belum ada kepastian dari pemerintah soal subsidi untuk Biofuel.Hal itu dikarenakan harga Biofuel masih terhitung lebih tinggi dibandingkan BBM. "Saat ini kalau kita bandingkan harga solar di pasaran internasional ada perbedaan yang cukup lmayan, lebih kurang antara Rp 200-300 per liter," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/12/2006).Ia melanjutkan, Pertamina sudah memasok lebih kurang di 180 SPBU yang ada di Jakarta, terutama untuk menjual biosolar dalam rangka pengembangan biofuel itu."Biosolar terdiri dari 5 persen biosolar dan 95 persen solar murni. Kami dapat dari dua pemasok yang rata-rata kapasitasnya mencapai 50 ton per hari," ujarnya.Pertamina juga sedang persiapkan perjanjian kerjasama dengan PTPN sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama. Dimana Pertamina akan bertindak sebagai pembeli siaga terhadap CPO yang diproduksi PTPN-PTPN."Penandatanganan masih menunggu kepastian apakah biofuel ini akan disubsidi sesuai dengan harga pasarnya. Karena kalau kepastian subsidi ini belum dapat, kami belum akan menandatangani perjanjian dengan PTPN," urainya.
(mar/qom)











































