Keluhan Investor Asing Bergeser
Kamis, 07 Des 2006 15:13 WIB
Jakarta - Fokus perhatian investor terhadap Indonesia dalam 2-3 tahun ini mulai berubah. Jika dulu hanya mengeluhkan kestabilan makroekonomi, pajak dan bea cukai, kini investor juga mengeluhkan soal prasarana."Sekarang bergeser, yang naik itu masalah atau kendala prasarana, misalnya jalan macet membuat barangnya telat datang. Itu muncul complaint yang lebih tinggi daripada yang lain-lain," ujar Mendag Mari Elka Pangestu usai rakor di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/12/2006). Selain masalah infrastruktur, persoalan tenaga kerja, kepastian hukum, ekonomi biaya tinggi, reformasi birokrasi masih merupakan perhatian investor. "Ini PR yang masih harus kita kerjakan," katanya.Mengenai anjloknya investasi dari Jepang, Mari mengatakan pengukuran naik turunnya investasi jangan hanya diliat dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) semata."Kita harus melihat secara menyeluruh, investasi di Migas kan terpisah, tidak separah itu. Kita belum pulih untuk investasi memang, itu kenyataan yang tidak bisa kita hindari," tegasnya.
(ddn/qom)











































