2/3 Perdagangan Dunia Bakal Berbasis Jaringan Produksi

2/3 Perdagangan Dunia Bakal Berbasis Jaringan Produksi

- detikFinance
Selasa, 12 Des 2006 16:42 WIB
Jakarta - Indonesia harus mengembangkan basis ekspornya melalui jaringan produksi untuk menghindari ketertinggalan dalam persaingan perdagangan dunia. Diperkirakan 2/3 sektor perdagangan dunia akan berbasis pada jaringan produksi."Indonesia sudah ada jaringan produksinya, tapi masih kecil sekali porsinya dibanding negara lain, relatif kita itu ketinggalan," kata ekonom UI Chatib Basri dalam paparan tentang peran teknologi dalam pertumbuhan di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/12/2006).Jaringan produksi merupakan kegiatan produksi dengan memproduksi barang atau item dengan spesifikasi, namun keunggulan yang diproduksi masing-masing negara berbeda.Chatib menjelaskan, sebagian besar negara-negara di Asia seperti Thailand, Malaysia, Korea dan Cina telah memfokuskan basis ekspornya pada jaringan produksi."Kita cuma tinggi di rakitan. Tapi seharusnya kita juga tinggi di produksi," jelasnya.Indonesia yang saat ini mengandalkan basis ekspor sumber daya alam (SDA) dinilai sudah cukup baik. Namun basis itu membuat Indonesia sangat tergantung pada harga internasional dan tidak dapat ditentukan sendiri. Jika harga internasional jatuh, maka ekspor Indonesia ikut jatuh.Selain itu, basis SDA masih terbatas pada kapasitas cadangan SDA. "Artinya, ekspor kita tumbuh dibantu doa. Karena kalau harga anjlok, ekspor kita juga anjlok. Beda dengan jaringan produksi, harga ditentukan oleh produsen," kata Chatib. (qom/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads