4 BUMN Gelar Tender Impor Gula Bersama 19 Desember

4 BUMN Gelar Tender Impor Gula Bersama 19 Desember

- detikFinance
Rabu, 13 Des 2006 13:02 WIB
Jakarta - Empat BUMN produsen gula yang juga pemegang izin impor gula tahun 2007 akan menggelar tender bersama pada tanggal 19 Desember 2006. Namun diperkirakan sulit untuk mendapat gula dengan kualitas yang baik. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Gula Impor PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Agung P Murdanoto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (13/12/2006).Rencananya, tender bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, PTPN X, PTPN XI dan RNI di Kantor Pemasaran Bersama PTPN Jakarta. Menurut Agung, tender bersama ini dimaksudkan untuk memperoleh harga gula impor yang kompetitif dengan kualitas, waktu pengiriman dan kuantitas yang sesuai dan juga sebagai bentuk perwujudan pelaksanaan GCG. Diharapkan dengan pembelian dalam jumlah yang besar akan lebih menguntungkan dengan kemungkinan perolehan harga beli yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pelaksanaan tender secara dengan cara parsial. Tender ini direncanakan untuk dilaksanakan secara full quantity terhadap kuota yang diperoleh (160.000 ton) dengan kualitas, kuantitas dan pelabuhan tujuan yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Batas waktu kedatangan adalah 15 Januari 2007 hingga 15 Maret 2007. Peserta tender disyaratkan adalah supplier gula yang merupakan anggota Refined Sugar Association (RSA) dan atau anggota The Sugar Association of London. White sugar yang ditenderkan disyaratkan dengan pembelian secara CIF dengan ICUMSA 70-200, pembelian secara break bulk, coarse grain (ukuran kristal 0,80-1,20 mm) omnibus origin dan dari current crop year.Dokumen tender secara lengkap dapat diambil di masing-masing importir terbatas (IT) mulai tanggal 14 hingga 18 Desember 2006. Undangan bagi peserta tender dikirimkan mulai tanggal 13 Desember 2006. Untuk ketersediaan gula di pasar internasional, Agung menjelaskan, jumlahnya cukup lumayan di Thailand, Cina, India, Uni Emirat Arab dan Uni Eropa. Hanya saja, gula dengan spesifikasi yang diminta Indonesia untuk saat ini memang sangat terbatas jumlahnya. Terutama kaitannya dengan ICUMSA atau kadar keputihan gula dan ukuran kristal. Agung menambahkan, India dan Uni Emirat Arab seperti biasa menawarkan dengan harga yang cukup kompetitif, hanya sayangnya gula yang ditawarkan ada dalam kondisi kontainer yang seringkali menimbulkan permasalahan teknis dalam pengiriman dan pembongkaran muatan gulanya di Indonesia. "Selain itu gula Uni Emirat Arab kadangkala memiliki keputihan dan ukuran kristal di bawah ketentuan yang ada sehingga mengalami kesulitan untuk diimpor ke Indonesia," jelas Agung.Menurut Agung, peluang IT Indonesia untuk memperoleh gula dengan kuantitas dan kualitas gula yang baik dan dengan harga yang memadai untuk pasar Indonesia dirasa agak sulit, terutama karena pergerakan harga gula dunia yang tidak menentu. Yang pasti, lanjut Agung, pemenuhan kebutuhan gula nasional menjadi semakin penting terutama mengingat keadaan bahwa selama beberapa minggu terakhir harga gula lokal di beberapa kota juga dirasa sudah cukup tinggi terkait sudah berakhirnya masa giling di Indonesia. (qom/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads