SBY Gelar Rapat di Yogya Bahas Kemiskinan dan Pengangguran

SBY Gelar Rapat di Yogya Bahas Kemiskinan dan Pengangguran

- detikFinance
Kamis, 14 Des 2006 13:40 WIB
Bantul - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama sejumlah menteri terkait dan 6 gubernur se-Jawa akan menggelar rapat terbatas di Gedung Agung Yogyakarta. Rapat terbatas itu mengagendakan pembahasan pengangguran dan kemiskinan di Pulau Jawa.Hal tersebut disampaikan Presiden SBY saat berdialog dengan warga warga dan pengrajin gerabah Setyo Bawono, di Timboel Keramik di Kasongan Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (14/12/2006). "Hari ini setelah saya melihat dari dekat industri gerabah kerajinan atau handcraft ini. Saya juga akan melakukan rapat koordinasi yang dihadiri para mennteri dan gubernur se Jawa untuk mambahas kemiskinan dan pengangguran," katanya.SBY menjelaskan, rapat itu akan membahas langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran. Pemecahannya bisa dilakukan dengan penciptaan lapangan kerja, termasuk cara berkreasi dan berinovasi agar lebih banyak lagi peluang dan lapangan kerja yang dapat mewadahi para penganggur.Model yang telah berjalan di industri gerabah Kasongan di Kecamatan Kasihan ini adalah sebuah model yang akan dikembangkan di tanah air. Oleh karena itu, presiden mengajak para gubernur se Jawa untuk menyaksikan secara langsung pengrajin gerabah. Meski terkena gempa, mereka sangat ulet bisa bangkit kembali menjalankan dan mengembangkan usahanya.Presiden menambahkan, produk kerajinan Indonesia sebenarnya tidak kalah dibanding produk negara manapun. Diantara berbagai produk kerajinan itu punya keunggulan yang nyata dan sangat diminati oleh pasar dan pembeli luar negeri."Ke depan, baik pemerintah pusat dan daerah dengan dukungan manajemen dan modal memadai, kerajinan Kasongan akan dikembangkan sehingga buka berbagai peluang, katanya.Menurut dia, salah satu keunggulan produk Indonesia adalah beragamnya produk. Namun diharapkan antar daerah tidak saling berkompetisi secara tak sehat. Justru dengan aneka produk itu yang harus dikembangkan.Dia mencontohkan seperti yang di kembangkan di Thailand dan Jepang yakni one village one product. Di Kasongan juga sudah dikembangkan seperti itu one village one product yakni kerajinan gerabah. "Dengan demikian masing-masing daerah punya keungulan sehingga buka peluang untuk berkembang dan tak kalah dengan luar negeri. Selain itu kita juga akan mengembangkan pasar domestik dan menggelar berbagai expo," tandas presiden. (bgs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads