Harga Beras Terus Melambung, Pemda Jangan Gengsi Minta OP
Kamis, 14 Des 2006 17:24 WIB
Yogyakarta - Harga beras kualitas medium terus melambung menembus diatas Rp 5.000 per kilogram (kg). Padahal beras kualitas medium di Badan Urusan Logistik (Bulog) harganya Rp 4.500/kg.Merambatnya harga beras yang 'gila-gilaan' ini membuat Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, meminta Bulog untuk menggelar operasi pasar (OP) beras di seluruh daerah tanpa harus menunggu permintaan pemerintah daerah (pemda)."Harusnya pemda tidak perlu gengsi-gengsian karena saat ini terlalu berat beban bagi masyarakat. Satu sisi kita harus melindungi konsumen mengingat stok di petani sudah tidak ada," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan (Depdag), Ardiansyah Parman, usai mengunjungi Gudang Bulog di Kalasan, Yogyakarta, Kamis (14/12/2006).Ardiansyah menjelaskan, fungsi Bulog adalah mengamankan selling price. Jika harga beras sudah mencapai Rp 5.000/kg maka harus segera dilakukan OP."Sesuai instruksi Mendag, Bulog daerah bisa lakukan OP tanpa instruksi pemda," kata Ardiansyah.Selain 7 daerah yang sudah minta OP, kini 3 daerah lagi meminta OP yakni DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat sehingga total daerah yang minta OP dari 10 pemda.7 provinsi yang minta digelar OP sebelumnya adalah Papua, Irian Jaya Barat, Bengkulu, Kaltim, Kepulauan Riau, Sumbar dan Maluku Utara.Daerah yang paling urgensi dilakukan OP adalah harga beras medium di titik Rp 5.000 yakni DKI Jakarta yang sudah mencapai Rp 5.400/kg, Bandung Rp 5.000/kg, Semarang Rp 5.020/kg, Yogyakarta Rp 5.000/kg, Surabaya Rp 5.000/kg, Jambi Rp 5.250/kg, Bengkulu Rp 5.200/kg, Lampung Rp 5.300/kg, Padang Rp 5.940/kg, Jayapura Rp 6.000/kg dan Pontianak Rp 5.300/kg.
(ir/ir)











































