Kredit Properti 2007 Naik 22%

Kredit Properti 2007 Naik 22%

- detikFinance
Kamis, 14 Des 2006 18:24 WIB
Jakarta - Tingginya kebutuhan akan tempat tinggal bakal berdampak pada peningkatan penyaluran kredit pembiayaan rumah. Untuk tahun 2007, jumlah kredit properti diprediksi meningkat 22 persen, atau dari Rp 114,8 triliun menjadi Rp 137,3 triliun.Hal tersebut disampaikan Direktur Consumer BRI Tony Soetirto dalam konferensi pers mengenai Munas DPP Real Estate Indonesia (REI) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/12/2006).Tony menambahkan, hampir semua bank melirik kredit perumahan sebagai sumber penyaluran kredit setelah melihat pesatnya kebutuhan akan rumah. Dan penyaluran kredit terbesar saat ini masih disokong oleh bank-bank BUMN yakni BTN dan BNI.Sementara Dirut BTN Kodradi mengatakan, kebutuhan rumah masih tinggi yakni mencapai 800 ribu unit per tahun. Sedangkan pembangunan perumahan utuk masyarakat berpenghasilan rendah hanya terserap rata-rata 80 ribu unit per tahun. Hal itu menunjukkan bahwa pangsa dan potensi properti di 2007 sangat besar. "Prospek usaha properti khusus perumahan menengah ke bawah sangat menjanjikan, karena untuk mengejar kekurangan dari tahun-tahun yang lalu," jelasnya.Akumulasi kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi sampai tahun 2005 mencapai 7,2 juta unit rumah. Target pembangunan perumahan dalam RPJM 2005-2009 mencapai 1,35 juta unit rumah, yang terdiri dari RS dan RSH 1,265 juta unit, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) 60 ribu unit, rusun sederhana milik 25 ribu unit. (qom/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads