Lahan Gambut di Kalbar akan Dijadikan Sumber Listrik
Rabu, 20 Des 2006 17:21 WIB
Jakarta -
Keberadaan lahan gambut seluas 100 ribu ha di Kalimantan Barat adalah salah satu biang kebakaran lahan tahunan. Dari pada hanya menimbulkan kabut asap, Pemprov Kalbar berniat menjadikan batu bara rendah kalori itu sumber tenaga pembangkit listrik.Proyek ini diharapkan bisa menjadi pengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang akan mulai beroperasi awal 2008. Sayangnya, realisasinya masih terbentur perbedaan antara izin kapasitas produksi yang sudah dikeluarkan dengan perhitungan feasibility pihak investor."Izin yang kita punya hanya untuk 2x30 MW. Sementara berdasar hitungan investor, pemanfaatan gambut yang efisien minimal 2x67 MW. Paling feasible 3x67 MW," kata Gubernur Kalbar, Usman Jaffar, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (20/12).Gubernur Kalbar membahas masalah itu dan kemungkinan penambahan kapasitas pembangkit bertenaga gambut dalam pertemuannya sore ini dengan Wapres Jusuf Kalla. Ikut hadir juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, dan pihak calon investor, PT Sebukit Power, bersama rekanannya, Siemens dan Korea Southtern Power.Pengadaan fasilitas pembangkit listrik bertenaga gambut itu sendiri akan dilaksanakan bersamaan dengan dua pembangkit listrik tenaga batu bara. Masing-masing berkapasitas 2x55 MW yang akan dibangun PLN dengan dana dari Cina, dan 2x25MW oleh swasta dari dalam negeri.Menurut Usman, jika pembangkit bertenaga gambut yang disetujui hanya 2x30 MW, maka proyek itu tidak cukup feasible di mata investor. Sebaliknya, bila kapasitanya ditingkatkan ke 2x67 MW, terjadi kelebihan pasokan listrik. Pihak PLN kesulitan memasarkannya, karena masih terbatasnya kemampuan industri yang ada untuk menyerapnya."Pihak PLN sendiri menyarankan pembangunan power plant bertenaga gambut itu di-hold dulu. Tapi yang batubara sudah pasti dibangun," papar Usman.Sebenarnya ungkap Usman, ada potensi pasar baru, yaitu pembukaan tambang bauksit berikut pabrik pengolahannya di Kota Tayan oleh PT Aneka Tambang pada pertengahan 2007. Bila tambang yang izinnya keluar sejak 12 tahun lalu itu terealisasi, diperkirakan kebutuhan listrik mencapai 600 MW."Tapi untuk tahap awal, pada 2007 ini mereka butuhnya hanya 100 MW," imbuh Usman.Atas pemasalahan ini, Wapres menurut Usman memberi arahan agar diadakan perhitungan kembali ketersediaan lahan gambut yang ada dan kemampuan PLN memasarkan total listrik yang dihasilkan. Dengan catatan, ada cadangan yang cukup untuk mengembangkan industri di Kalbar."Teknisnya kita bakal rapat dengan tim energi nasional. Di situ dibicarakan dengan PLN, berapa produksi yang paling baik," ujar Usman.
(lh/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
