Infrastructure Summit 2005 Baru Hasilkan 3 Jalan Tol

Infrastructure Summit 2005 Baru Hasilkan 3 Jalan Tol

- detikFinance
Kamis, 21 Des 2006 16:52 WIB
Jakarta - Hasil dari pergelaran proyek Infrastructure Summit 2005 sampai saat ini baru menciptakan tiga ruas tol yang bisa dioperasikan dari target keseluruhan 36 ruas jalan tol.Proyek 36 ruas jalan tol ini sepanjang 1.152,33 kilometer (km) dengan nilai total investasi Rp 84,250 triliun. Kebanyakan jalan tol itu masih dalam tahapan pengadaan investasi mulai dari prakualifikasi sampai dengan yang akan mulai tahap konstruksi.Jalan tol yang sudah beroperasi sebanyak 3 ruas itu sepanjang 47,83 km dengan nilai 2,581 triliun. Sedangkan 6 ruas tol sepanjang 48,85 kilometer dengan nilai Rp 6,745 triliun dalam tahapan konstruksi.Ruas tol yang sudah ditandatangani ada sebanyak 15 jalan baru sepanjang 612,21 km dengan nilai investasi Rp 38,038 triliun. Sedangkan dalam proses negosiasi atau finalisasi PPJT ada 6 ruas sepanjang 204,36 km dengan nilai investasi Rp 19,175 triliun. Dalam proses lelang (batch 2) ada 4 ruas sepanjang 61,94 km dengan nilai investasi Rp 9,612 triliun. Serta dalam proses prakualifikasi ada 2 ruas sepanjang 177,12 Km senilai Rp 8,096 triliun.Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dalam diskusi peran swasta dalam pembangunan jalan tol, di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (21/12/2006).Djoko menjelaskan, perlunya terobosan baru untuk percepatan pembangunan jalan tol serta perbaikan iklim investasi jalan tol.Menurutnya, pengalaman Indonesia menunjukan sejak beroperasinya tol Jagorawi pada tahun 1978 sampai dengan krisis moneter tahun 1998 kemampuan membangun jalan tol rata-rata baru 25,75 km per tahun. Kemampuan ini menurun drastis pada periode pascakrisis yaitu pada 1999 sampai dengan 2004 yang hanya 9,25 km per tahun."Program pemerintah untuk membangun 1.500 kilometer jalan tol dengan kemampuan saat ini maka akan membutuhkan waktu selama 162 tahun. Seandainya kondisi negara pulih menjadi sebelum krisis maka untuk mencapai target itu dibutuhkan waktu 58 tahun," kata Djoko.Djoko mengungkapkan, target pemerintah tidak mungkin terjangkau hanya dengan mengandalkan cara-cara konvensional yang selama ini dilakukan. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads