Dephub Minta Pengalihan Rel KA Sidoarjo Dibiayai dari APBN
Jumat, 22 Des 2006 16:27 WIB
Jakarta - Pengalihan rel kereta api (KA) Sidoarjo yang tenggelam oleh lumpur Lapindo diperkirakan menelan dana sekitar Rp 300-400 miliar. Dephub mengusulkan agar dana itu diambil dari APBN"Saya mengusulkan agar dibiayai dulu dari APBN. Karena buat saya yang penting adalah sekarang ongkos transport sudah naik 30 persen," tegas Menteri Perhubungan Hatta Rajasa saat ditemui usai rapat koordinasi mengenai Penyertaan Modal Negara (PMN) di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/12/2006). Hatta mengungkapkan, saat ini belum ada kesepakatan dengan Komisi V DPR RI terkait penggunaan dana APBN untuk relokasi rel KA Sidoarjo itu.Rencananya, pengalihan jalur KA Sidoarjo akan memanfaatkan jalur Mojokerto. Menurut Hatta, pengalihan jalur KA harus dilakukan setelah melihat kondisinya yang tidak aman lagi dalam jangka panjang. Berkaitan dengan pengalihan itu, lanjut Hatta, saat ini tengah dilakukan studi.Yang pasti, tegas Hatta, pengawasan daerah luapan lumpur Lapindo terus dilakukan. Kabar terakhir, daerah tersebut tetap aman walaupun sempat diguyur hujan lebat semalam.Dirut PT KA Ronny Wahyudi pada Kamis, 21 November mengatakan, sejauh ini pengalihan jalur rel KA Sidoarjo belum diputuskan. Alasannya, PT KA merasa kasihan dengan penumpang yang akan tersita waktunya lebih banyak.Menurut Ronny, keputusan memindahkan lintasan rel KA baru akan dilakukan bila rel sudah betul-betul ambles. Menurutnya, meski sudah memasuki musim penghujan, namun kondisi rel KA yang melintasi Desa Tanggulangin dan Porong belum terlalu membahayakan.
(qom/ir)











































