Hingga 2015 Investasi Listrik US$ 41 M

Hingga 2015 Investasi Listrik US$ 41 M

- detikFinance
Jumat, 22 Des 2006 17:37 WIB
Jakarta - Kebutuhan investasi di sektor listrik hingga 2015 diperkirakan akan mencapai US$ 41 miliar. Kebutuhan investasi itu tidak hanya pembangunan pembangkit namun juga pembangunan sarana transmisi dan distribusi listrik.Kebutuhan investasi itu nantinya akan dibiayai oleh pemerintah dan swasta, namun peran swasta hanya pada pembangunan pembangkit saja. Sedangkan untuk transmisi dan distribusi akan dipenuhi oleh pemerintah dan PLN."PLN kita harapkan bisa menanamkan invetasinya 50 persen di pembangkit. Sisanya akan dipenuhi oleh swasta," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, J Purwono di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/12/2006).Purwono mengatakan, nantinya swasta akan difokuskan untuk pembangunan pembangkit seperti yang telah dilakukan dalam crash program 10 ribu MW. "Malah kalau bisa katakanlah PLN 70 persen dan swasta 30 persen," cetusnya.Dana sebasar US$ 41 miliar itu, kata Purwono, sudah memperhitungkan crashprogram 10 ribu MW. "Itu sudah masuk semuanya, termasuk transmisi dandistribusi yang akan dikerjakan pemerintah dan PLN," cetusnya.Cina-PTBA Bangun PLTUCina akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Bangko, Sumatera Selatan dengan kapasitasa, 4X600 MW atau sekitar 2400 MW. Rencana pembangunan PLTU itu telah ditandatangani di Shanghai melalui joint venture agreement."Ini untuk komitmen investasi yang baru guna mengatasi krisis listrik di Sumatera. Investasinya sekitar US$ 2 miliar dan ini belum termasuk transmisinya, hanya pembangkit saja," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, Departemen ESDM, J Purwono di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, JakartaJumat (22/12/2006).Saat ini rencana pembangunan itu sudah mulai berjalan. "Sekarang sedang pematangan feasibility studinya," katanya.Sesuai rencana, kata Purwono, diharapkan untuk pembangunan pembangkit pertama akan bisa selesai terlebih dulu pada tahun 2010."Ini konsorsium Cina, PLN dan PT BA. PT BA suplai batubara, PLN offtakerlistriknya dan Cina sebagai investor mesinnya," ujarnya Purwono. (mar/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads