Deptan Belum Keluarkan Izin Pupuk WSF
Minggu, 24 Des 2006 10:15 WIB
Jakarta - Departemen Pertanian (Deptan) belum mengeluarkan izin untuk distribusi pupuk water stimulating feed (WSF) atau Nutrisi Saputra (NS). Deptan masih belum menemukan hasil kongkret bahwa pupuk itu bisa meningkatkan produksi tani."Belum, Deptan belum mengeluarkan izin," ujar Menteri Pertanian Anton Apriantono kepada detikcom di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/12/2006).Larangan itu berlaku buat pupuk WSF dalam bentuk padatan maupun cair. Namun seperti mengindahkan larangan Deptan, pabrik WSF akan beroperasi di Palembang tahun depan.Pembuat pupuk WSF mengklaim mereka sudah mendapatkan surat perizinan dari Pusat Perizinan dan Investasi Departemen Pertanian, tertanggal 1 Desember 2006."Izin itu tentang pupuk organik cap Saputra Nutrient alias Nutrisi Saputra, dengan bentuk cair. Kemudian, tentang pembenah tanah organik dengan cap Saputra Nutrient, dengan bentuk padat/powder (serbuk)," ujar Regional Manager NS, Wilayah II Sumatera, Irfan Suryanagara, kepada pers beberapa waktu lalu.Menurut Irfan, setiap kabupaten dan kota di Sumsel, sudah memiliki demplot atau areal percontohan pertanian penggunaan NS. Pada Juni 2007, pabrik dengan kapasitas produksi pupuk NS sebesar 40 ton per hari bakal berdiri di derah Kenten, Palembang."Pabrik itu nantinya tidak hanya melayani masyarakat Sumsel, tapi se-Sumbagsel (Sumsel, Jambi, Bengkulu, Bangka-Belitung, dan Lampung). Pendirian pabrik ini karena melihat respons positif dari masyarakat. Apalagi Sumsel sudah dinyatakan sebagai Provinsi Lumbung Pangan," kata Irfan.Menurut Irfan, dia melihat pada beberapa daerah di Sumsel yang sudahberhasil dalam ujicoba pertanian dengan menggunakan NS."Banyak daerah yang sudah kami kunjungi. Baru-baru ini misalnya di daerah OKI, OI, Musi Rawas, Banyuasin, OKU, dan kemarin kami baru saja panen perdana tanaman padi, ujicoba NS di Desa Pagar Jati, Kikim Selatan Lahat. Hasilnya cukup memuaskan," katanya.Efredi menambahkan, permintaan petani di wilayah Sumsel pada Januari 2007sebanyak 1.000 ton NS."Itu sudah dipesan. Nah, untuk 2006 hingga akhir Desember dijatah pusat sebanyak 4.000 ton NS. Dari 4.000 ton itu sudah tersalurkan sebanyak 900 ton. Kalau memang kurang, NS pusat bisa menambah pasokan untuk Sumsel," imbuhnya.
(ddn/asy)











































