Harga Cabai Semakin 'Pedas'
Kamis, 28 Des 2006 10:24 WIB
Jakarta - Makan tanpa cabai? kurang pas rasanya. Tapi kalau Anda melihat lonjakan harga cabai saat ini, mungkin selera makan anda bisa berkurang.Ya, dari semua harga komoditas sayuran yang memang mayoritas naik, kenaikan harga cabai memang mengalami kenaikan paling gila-gilaan. Kenaikan harga cabai itu tak hanya terjadi di pulau Jawa, namun juga di sebagian wilayah Sumatera.Pada kondisi normal, harga cabai rata-rata hanya mencapai Rp 10.000/kg. Namun kini sudah mencapai hingga 4 kali lipat atau Rp 40.000/kg. Bahkan di Pekanbaru, di beberapa kabupaten, harganya sudah mencapai Rp 60.000/kg.Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Klender dan Rawamangun, Kamis (28/12/2006), harga beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan. Kenaikan paling tajam adalah pada komoditas cabai. Di pasar Klender, harga cabai naik dari Rp 22.000/kg menjadi Rp 30.000/kg. Bahkan di Pasar Rawamangun mencapai Rp 40.000/kg.Di Pekanbaru, jika mau sedikit bersusah pergi ke pasar pagi, kita masih bisa mendapatkan harga cabai Rp 35.000/kg. Namun jika tidak, kita akan menjumpai harga cabai Rp 40.000/kg di tingkat pengecer. Sayuran lain yang naik harganya adalah tomat, bawang merah dan wortel. Di pasar Klender, harga tomat naik dari Rp 2.250/kg menjadi Rp 4.000/kg. Di pasar Rawamangun dari Rp 4.000 menjadi Rp 7.000/kg.Bawang merah di pasar Klender naik dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, di Rawamangun dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 12.000/kg.Sedangkan wortel di Klender naik dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 8.000/kg, di pasar Rawamangun dari Rp 5.000/kg menjadi Rp 10.000/kg. Harga-harga di pasar Rawamangun umumnya lebih mahal karena kualitasnya lebih bagus. Menurut penuturan pedagang di pasar Rawamangun, kenaikan harga diakibatkan karena stok yang menipis. Pedagang di Rawamangun misalnya, yang mengambil barang dari pasar induk Kramat Jati atau pasar Senen mengaku kesulitan mencari barang."Yang penting ada barang untuk dijual daripada nggak ada sama sekali," ujar seorang pedagang di pasar Rawamangun.Menipisnya stok diakibatkan karena hujan yang selalu turun, sehingga menyulitkan proses pemetikan. Kenaikan harga sayur memang kerap terjadi saat musim hujan datang. Khusus untuk kenaikan harga cabai dan sayur mayur di Pekanbaru, disebabkan karena terputusnya jalur Sumbar-Riau yang mengganggu distribusinya.Barang selain sayuran seperti minyak goreng dan terigu memang juga sudah mengalami kenaikan sejak seminggu yang lalu. Di pasar Klender, minyak curah naik dari Rp 6.300 menjadi Rp 6.500/kg. Terigu naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000/kg. Di Rawamangun stabil di Rp 4.500/kg.
(qom/ir)











































