Cadangan Minyak Bumi 2006 Meningkat
Kamis, 28 Des 2006 13:47 WIB
Jakarta - Cadangan minyak bumi termasuk kondensat pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 8,93 miliar barel. Cadangan tersebut naik dari tahun sebelumnya yang pada tahun 2005 sebesar 8,63 miliar. Kenaikan cadangan minyak itu karena terus dilakukan upaya eksplorasi terhadap sumber-sumber minyak baru.Selama tahun 2006 juga telah ditandatangani 5 kontrak kerjasama migas melalui tender reguler dan telah diumumkannya pemenang penawaran langsung (direct offer) di 18 wilayah kerja migas. Selain itu juga diperoleh komitmen investasi dari 5 kontraktor dan 18 calon kontraktor untuk 3 tahun pertama. Nilai invetasinya sebesar US$ 454,29 juta dengan komitmen pembayaran bonus sebesar US$ 45,7 juta.Peningkatan cadangan juga terjadi pada cadangan gas bumi yang di tahun 2006 mencapai 187,1 triliiun standar kaki kubik (TSCF). Sedangkan pada tahun 2005 cadangan gas bumi Indonesia sekitar 185,8 TSCF.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam paparan akhir tahunnya di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/12/2006) mengatakan, pada tahun 2006 Indonesia telah mempertahankan tingkat produksi minyak dan kondensat sebesar 1,009 juta barel per hari. "Ini statusnya pada November tahun 2006," ujar Purnomo.Purnomo mengatakan, untuk menambah pasokan gas domestik pemerintah juga telah menandatangani 20 kontrak jual beli gas dengan total volume sebesar 1,5 triliun kaki kubik (TCF) dan tetap menjaga komitmen kontrak ekspor penjualan gas.Sedangkan di sektor hilir migas pemerintah pada tahun 2006 telah menerbitkan 56 izin usaha kegiatan hilir untuk badan usaha swasta. Izin itu terdiri dari 1 unit pengolahah, 24 pengangkutan, 4 penyimpanan dan 27 retail atau niaga migas. "Investasi di sektor hilir sekitar US$ 653,9 juta," ujarnya.
(mar/ir)











































