Pertamina Harus Cegah Kelangkaan BBM 2007

Pertamina Harus Cegah Kelangkaan BBM 2007

- detikFinance
Kamis, 28 Des 2006 14:26 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) mencegah kelangkaan penyediaanBBM bersubsidi tahun 2007, agar tidak terjadi lagi seperti tahun-tahun terakhir.Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, usai menyaksikan serah terima penugasan Pertamina sebagai penyedia dan pendistribusian BBM bersubsidi tahun 2007 dari Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono ke Dirut Pertamina Ari Sumarno, di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (28/12/2006)."Dengan penugasan ini, Pertamina wajib mencegah terjadinya kelangkaan BBM," kata Purnomo. Purnomo mengungkapkan, hal itu karena pada tahun ini sempat terjadi kelangkaan BBM bersubsidi khususnya minyak tanah. Bahkan, kelangkaan minyak tanah tersebut terjadi di Ibukota Jakarta dalam beberapa pekan.Kuota BBM bersubdisi tahun 2007 yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR adalah sebesar 37,9 juta kiloliter dengan perincian premium 17 juta kiloliter, solar 11 juta kiloliter, dan minyak tanah 9,9 juta kiloliter.Purnomo mengatakan, Pertamina juga wajib menyediakan dan mendistribusikan BBM bersubsidi jenis premium dan solar sampai tingkat SPBU dan minyak tanah sampai pengkalan. "Terkait dengan itu, BPH Migas akan melakukan pengawasan dalam pendistribusian BBM bersubdisi tersebut," katanya.Purnomo menambahkan, Pertamina berhak mendapat penggantian subsidi sesuaiUU APBN.Sementara Ketua BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu antara lain disebabkan peningkatan konsumsi karena digunakan buat nelayan, petani, campuran bensin, penyelewengan ke industri dan penyelundupan. "Hal itu terjadi karena disparitas harga," katanya.Pada tahun 2007, BPH Migas akan meningkatkan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi melalui tim koordinasi yang anggotanya berasal dari sejumlah instansi terutama Kantor Menkopolhukam dan Departemen ESDM.Menyangkut realisasi penyaluran BBM bersubsidi 2006, menurut Tubagus, hingga akhir 2006, premium mencapai 16,8 juta kiloliter atau 98,8 persen dari kuota 17 juta kiloliter.Solar mencapai 10,67 juta kiloliter atau hanya 97 persen dari kuota 11 juta kiloliter, dan minyak tanah naik 1,1 persen dari kuota 9,9 juta kiloliter menjadi 10,0089 juta kiloliter. (mar/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads