Harga Minyak Terpuruk ke US$ 55

Harga Minyak Terpuruk ke US$ 55

- detikFinance
Jumat, 05 Jan 2007 11:45 WIB
Singapura - Harga minyak kian terpuruk dan menembus level terendahnya dalam 1,5 tahun terakhir. Sentimennya masih bersumber dari berkurangnya permintaan dari Amerika Serikat (AS) akibat musim dingin yang lebih hangat.Pada awal perdagangan Jumat (5/1/2007) di Singapura, harga minyak jenis Light pengiriman Februari turun hingga 14 sen menjadi US$ 55,45 per barel. Pada penutupan perdagangan sebelumnya di New York, harga minyak merosot hingga US$ 2,73 ke level US$ 55,59 per barel.Level tersebut hampir menyamai rekor terendah harga minyak pada Juni 2005, saat harga menyentuh level US$ 54 per beral.Sementara minyak jenis Brent pengiriman Februari berada di level US$ 55,25 per barel, setelah sempat anjlok hingga US$ 2,85 ke level US$ 54,76 per barel. Level tersebut terendah sejak 1 Desember 2005."Faktor pendorong negatif dalam jangka pendek masih tetap musim yang lebih hangat di belahan bumi utara dan sebagian Asia seperti Korea dan Jepang," ujar Victor Shum, analis senior dari Purvin and Gertz seperti dikutip dari AFP.Selain itu, lanjut Shum, pasar juga bereaksi atas data cadangan minyak AS yang terus meingkat. Cadangan minyak AS termasuk minyak bakar naik 2 juta barel menjadi 135,6 juta barel untuk pekan yang berakhir hingga 29 Desember. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads