Program Dunia Akhirat, SBY Minta Masyarakat Sukseskan BBN

Program Dunia Akhirat, SBY Minta Masyarakat Sukseskan BBN

- detikFinance
Selasa, 09 Jan 2007 14:57 WIB
Jakarta - Sekian lama dikampanyekan, program pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) kurang mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tampaknya menyadari hal itu. Presiden menegaskan program BBN bukan mimpi di siang bolong. Bahkan demi masa depan penerus bangsa, seluruh sumber daya masyarakat sudah seharusnya dikerahkan demi mewujudkannya. "BBN adalah program dunia akhirat. Seluruh lapisan masyarakat harus mensukseskan. Pengembangan BBN melibatkan kerja sama yang meliputi pemda, BUMN, swasta, koperasi dan LSM. Pemerintah mengimbau perbankan nasional mau mendanai proyek BBN ini," jelasnya. Seruan di atas disampaikan SBY dalam pengarahan program BBN di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2007). Acara tersebut diikuti oleh sejumlah anggota kabinet, gubernur, kalangan akademisi dan BUMN. Presiden membantah bahwa program BBN adalah proyek wacana yang tidak menyentuh kebutuhan mendasar rakyat dalam jangka pendek. Justru sebaliknya pengembangan energi dari sumber alternatif sudah seharusnya dijadikan prioritas demi kelangsungan bangsa di masa yang akan datang. Seiring pertambahan penduduk dan pembangunan, maka praktis kebutuhan energi terus meningkat. Sementara di satu sisi cadangan dunia atas energi berbahan dasar fosil kian menipis. Fenomena ini menunjukkan betapa kritis masalah yang dihadapi dunia di masa mendatang bila tidak sejak dini disiapkan upaya antisipasinya. Kini upaya pengadaan energi dari bahan alternatif menjadi prioritas dunia. Semua negara mengambil tengah serius mempersiapkannya. Tidak ada bangsa yang bisa membangun kebutuhan dasar rakyatnya tanpa energi. "Karena negara kita kaya sumber daya alam, maka rakyatnya sering lupa memikirkan hari esok. Kita kurang sadar suatu akan kekuranagan energi. Telah lama kita ternina bobok. Telah lama kita tidak hemat energi," ujar Presiden. Pemerintah tentu tidak bisa membiarkan tabiat buruk di atas terus berlarut. Agar tidak terlambat mengambil langkah tepat, upaya pengembangan BBN terus dikebut. Payung hukumnya telah pula dituangkan dalam Perpres 5/2006 tentang hemat energi. "Ini pekerjaan jangka pendek, menengah dan panjang. Ini tentu harus dituangkan dalam kebijakan yang konseptual. Bukan rencana bangun tidur. Bukan asal-asalan. Harus kita perjuangkan dengan gigih dan kerjakan sekuat tenaga," tandas Presiden. (lh/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads