Rugi Garuda Turun 50% Tahun 2006
Rabu, 17 Jan 2007 17:42 WIB
Jakarta - Berbagai langkah penghematan dan konsolidasi yang dilakukan PT Garuda Indonesia selama tahun 2006 membuahkan hasil. Maskapai penerbangan pelat merah ini berhasil menekan angka kerugian hingga 50 persen. Demikian disampaikan Dirut Garuda Emirysah Satar dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1/2007).Pada tahun 2006, Garuda juga berhasil meningkatan load factor sebesar 6 persen menjadi 72 persen di tahun 2006. Sedangkan jumlah penumpang meningkat 5 persen menjadi 7,5 juta orang di tahun 2006.Pendapatan usaha Garuda di tahun 2006 meningkat 3,2 persen menjadi Rp 11,306 triliun. Dari capaian tersebut, Garuda secara signifikan mampu menekan angka kerugian dari Rp 688,4 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 298,2 miliar di tahun 2006. Untuk tahun 2007, Emir mengatakan, Garuda akan memasuki tahun rehabilitasi. "Kami akan melakukan program transformasi bisnis yang mencakup 4 bidang," ujar Emir.Program itu adalah melakukan efisiensi biaya secara signifikan, streamline manajemen, pemberdayaan dan rasionalisasi anak perusahaan, serta mencari strategic partner.Hingga November 2006, Garuda telah membayar utangnya sebesar US$ 60 juta kepada ECA dan EDC. Dengan demikian, Garuda berhasil mengurangi utang-utangnya dari US$ 794 juta menjadi US$ 749 juta. Rincian utang yang dibayar Garuda adalah US$ 21,9 juta untuk membayar pokok dan 37,9 juta untuk membayar bunganya. Garuda juga akan memperoleh suntikan dana Rp 1 triliun dari pemerintah. Namun di tahun 2006 baru diterima Rp 500 miliar dan sisanya ditunggu di tahun 2007."Suntikan dana itu akan digunakan untuk perbaikan pesawat dan pembayaran utang dagang," jelas Emir.Mengenai restrukturisasi utang, Emir mengatakan, Garuda juga telah menyampaikan proposal restrukturisasi utang kepada ECA dan EDC 1 Desember 2006. "Kami sedang menunggu tanggapan dari ECA," ujarnya.
(qom/hdi)











































