Pemerintah Identifikasi 10 Masalah Industri Sawit
Jumat, 19 Jan 2007 13:34 WIB
Jakarta -
Pemerintah sedang menata industri sawit karena akan dijadikan andalan di masa depan. Sepuluh masalah yang menyangkut industri sawit kini mulai diidentifikasi."Tujuannya agar kebijakan CPO (crude palm oil) menjadi lebih baik karena industri ini akan digalakkan ke depan," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dalam jumpa pers industri hilir CPO di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/1/2007).Kesepuluh masalah yang masih menggelayut di industri sawit Indonesia itu adalah, pertama, penyiapan lahan. Kedua, bibit unggul. Ketiga, ketersediaan pupuk. Keempat, ketersediaan infrastruktur. Kelima, fasilitas riset dan pengembangan Keenam, fasilitas lembaga pendidikan. Ketujuh, kebijakan alokasi antara yang diekspor dan untuk dalam negeri, mengingat pada tahun 2005 sebesar 43 persen CPO diekspor dan saat ini mencapai 75 persen ekspor CPO mentah.Kedelapan, kebijakan fiskal untuk sawit. Kesembilan, kebijakan pemasaran luar negeri. Kesepuluh, adanya tim yang secara rutin mendorong pemasaran di tingkat bilateral dan multilateral serta terkait masalah tarif yang diberlakukan di berbagai negara.Menurut Fahmi, jika masalah-masalah ini mampu dipecahkan, Indonesia berpotensi menguasai pasar CPO dunia mengalahkan Malaysia. Apalagi, Indonesia masih memiliki lahan yang masih luas dibanding Malaysia.
(ir/qom)










































