CGI Bubar, Kreditor Pasrah
Kamis, 25 Jan 2007 16:51 WIB
Jakarta - Lembaga donor pasrah-pasrah saja menyikapi rencana pemerintah RI membubarkan forum Consultative Group on Indonesia (CGI). Indonesia hanya disarankan melakukan negosiasi yang terbaik untuk solusi utangnya."Jadi memang terserah pemerintah Indonesia, hak prerogatif mereka bagaimana membahasnya dengan donor dan kreditor. Jadi terserah panduan dari pemerintah," ujar Principal Economist Indonesia Resident Asian Development Bank (ADB) Ramesh Subramaniam.Ia menyampaikan hal itu usai bertemu Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (25/1/2007). Ramesh menyerahkan pada pemerintah untuk melakukan negosiasi yang terbaik untuk pembahasan soal utang RI. "Karena kita juga secara berkala bertemu untuk konsultasi. Jadi tidak begitu penting formatnya bagaimana, jadi apapun format yang diinginkan pemerintah kita OK saja," ujarnya. Ketika ditanya apakah rencana pembubarn tersebut akan berpengaruh terhadap jumlah pinjaman ADB, Ramesh mengatakan jumlah utang yang dikucurkan ADB tergantung kebutuhan pemerintah dan kesiapan proyek-proyek. "Seperti tahun lalu kita berikan US$ 710 juta. ADB siap memberikan dalam bentuk kombinasi pinjaman dan hibah. Pinjamn juga ada yang berbasis pasar dan ada pinjaman lunak," ujarnya. Dubes Jepang untuk Indonesia Shin Ebohara mengatakan, pihaknya sudah mendapat penjelasan dari Menko Perekonomian Boediono mengenai pembubaran CGI. Namun sayang dia enggan berkomentar. "Saya akan segera menyampaikan hal ini ke Tokyo. Setelah ada respon dari Tokyo akan kami sampaikan. Untuk saat ini tidak ada komentar," ujarnya singkat.
(ddn/qom)










































