PLN Sumbang Gas ke Petrogres
Senin, 05 Feb 2007 16:41 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku sudah mengalihkan pasokan gas yang tadinya untuk PLTG Gresik ke Petrokimia Gresik sejak akhir Januari 2007."Kita sumbangkan gas kita," kata Dirut PT PLN Eddy Widiono di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2007).Gas yang dialihkan itu berasal dari 2 blok pembangkit berbahan bakar duel fuel di PLTG Gresik. Volume gas yang dialihkan adalah 27 MMSCFD atau setara untuk pembangkit listrik 150 MW. "Dua duel fuel itu akhirnya diganti minyak," kata juru bicara PLN Muldjo Aji.Lebih lanjut Muldjo menjelaskan biaya yang dikeluarkan PLN jika menggunakan minyak solar untuk pembangkit adalah Rp 1.600/kwh sedangkan jika menggunakan gas hanya perlu Rp 250/kwh. Itu artinya PLN harus mengeluarkan dana tambahan Rp 48 miliar/hari. Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Ali Herman menjelaskan, BBM yang digunakan untuk mengganti gas adalah 25,2 ton/1 MMSCFD. Sehingga total BBM untuk mengganti gas mencapai 680,4 ton.Secara terpisah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro membenarkan adanya pengalihan gas tersebut. "Yang penting gas jalan, ada beberapa pilihan. Tergantung kesiapan listrik Jawa-Bali," katanya usai membuka workshop biofuel di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan.Menurutnya, jika tidak ada pembangkit besar yang terganggu karena pengalihan ini maka gas bisa dialihkan dengan harga yang Petrokimia Gresik mau. Namun Purnomo tidak menjelaskan siapa yang menanggung selisih harga gas antara PLN.Sebelumnya, pipa milik Petrokimia Gresik meledak di Porong Jawa Timur sehingga pasokan gas yang merupakan bahan baku Petrokimia Gresik terhambat. Petrokimia Gresik yang hendak membeli pasokan gas jatah PLN tersandung masalah harga. Petrokimia Gresik merasa keberatan dengan harga dari PLN karena dinilai terlalu tinggi.
(lih/ddn)











































