Kapal Dibongkar, Harga Beras Bisa Turun Rp 200-300/kg

Kapal Dibongkar, Harga Beras Bisa Turun Rp 200-300/kg

- detikFinance
Sabtu, 10 Feb 2007 16:49 WIB
Jakarta - Kapal pengangkut beras impor dari Vietnam sebagian sudah dibongkar. Tambahan pasokan beras ini diharapkan bisa segera menurunkan harga sekitar Rp 200-300 per kilogram.Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sugiharto saat meninjau stok beras di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (10/2/2007). Sugiharto juga meninjau gudang Bulog di Kelapa Gading."Selama dua hari terakhir ini kita sudah melakukan unloading beras ini sebesar 5.700 ton," ujar Sugiharto. Masih ada 6.000 ton beras lagi yang akan diturunkan, sehingga jumlah keseluruhan impor beras berjumlah 12.000 ton. "Ditambah stok yang dari gudang Kelapa Gading sebanyak 20 ribu ton, maka total stok beras pemerintah adalah 32 ribu ton," ujar Sugiharto.Gudang Bulog Kelapa Gading selamat dari terjangan banjir. Dalam pantauan detikFinance, meski ada genangan air di sekelilingnya, namun gudang Bulog tetap aman.Sugiharto menjelaskan, stok beras di Jakarta cukup dan Bulog akan selalu memastikan tidak akan terjadi spekulasi harga beras. "Kalau ada harga yang bergerak naik, Bulog akan mensuplai sesuai dengan tugasnya," ujarnya. Ia mengakui harga beras pada saat banjir sempat naik di kisaran Rp 4.500-4.600/kg. Tapi ia mengaku Bulog akan menjaga suplai agar tidak terganggu. Dan mengingat kenaikan harga beras sangat berkaitan dengan kenaikan inflasi, maka pemerintah akan berupaya menekan harga beras. (qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads