Pertamina Rebutkan Blok Karama
Senin, 12 Feb 2007 15:30 WIB
Jakarta - Blok Karama di Selat Makasar diperebutkan oleh beberapa kontraktor. Salah satunya adalah konsorsium Pertamina-Statoil. Namun hingga kini belum diputuskan siapa pihak yang berhak mengelolanya. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral R Priyono di sela-sela acara Norwegian Indonesia Petroleum Seminar di hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (12/2/2007)."Untuk Karama ada Pertamina, lalu ada empat (kontraktor) lainnya," ujarnya. Ketiga perusahaan lain yang bersaing dengan Konsorsium Pertamina-Statoil adalah Anadarko, Total, dan Chevron. Menurut Priyono, pemenangnya akan diumumkan pada akhir bulan ini. Karama merupakan satu dari 20 blok yang ditawarkan pemerintah kepada para kontraktor dengan sistem lelang umum. Namun yang diminati para perusahaan migas ternyata hanya 12 blok. Diperkirakan cadangan minyak Karama adalah yang terbesar dibanding lainnya yaitu lebih dari 200 juta barel. Menurut Priyono, pemerintah akan memilih pemenang lelang ini berdasarkan tiga hal. Yaitu, work and program budget, bonus yang diberikan ke pemerintah, dan kinerja perusahaan tersebut selama ini. Ia menambahkan, pemerintah akan mendahulukan kepentingan nasional termasuk Pertamina selama Pertamina memang terbukti berkompeten.
(lih/qom)











































