160 Kontainer Gagal Ekspor
Selasa, 13 Feb 2007 14:08 WIB
Jakarta - Banjir yang merendam industri di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menyebabkan 160 kontainer gagal ekspor. Kepercayaan buyer atas barang dari Indonesia pun di ujung tanduk."Para buyer tersebut bisa saja lari ke Vietnam, Cina, Taiwan. Karena itulah ini yang paling penting sebenarnya," ujar Pramudyo, perwakilan PT Kaho Indah Citra Garmen yang bergerak di bidang garmen dan berlokasi di KBN.Hal itu disampaikan Pramudyo kepada detikFinance disela-sela kunjungan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di KBN, Cakung, Jakarta Utara, Selasa (13/2/2007).Pramudyo mengatakan, kepercayaan buyer asing terhadap industri di Indonesia bisa semakin berkurang dengan adanya banjir yang mengakibatkan keterlambatan ekspor.Hal berbeda disampaikan Muhayat, Deputi Menneg BUMN bidang jasa dan lainnya yang mengaku, meski terjadi banjir, namun rencana investasi baru di Indonesia tidak batal. "Akan ada penanaman Modal asing baru dari Taiwan untuk industri disini sebesar US$ 75 juta," tegasnya.KBN yang diisi sekitar 117 perusahaan berorientasi ekspor, sejak Jumat 2 Februari lalu terendam banjir hingga 1 meter. Kerugian akibat batalnya ekspor diperkirakan mencapai Rp 266 miliar.Wibisono, Direktur Keuangan PT KBN mengatakan, pada saat banjir, ekspor tidak bisa berjalan karena kontainer terendam banjir. "Disini 85 persen kepemilikan industri dimiliki asing yaitu Korea," ungkapnya.Muhayat juga mengatakan, akibat banjir itu, KBN mengalami kerugian Rp 8 miliar dari segi infrastruktur. Sementara kerugian industri per hari mencapai US$ 2,1 juta. "Jadi kira-kira Rp 266 miliar," jelasnya.Sementara Dirut KBN Agus Supriyanto mengatakan, selama banjir sekitar 160 kontainer gagal ekspor. Sementara kerugian investor untuk bahan baku, bahan modal dan bahan jadi sebesar US$ 15,58 juta. Akibat banjir, perlu adanya perbaikan infrastruktur di KBN karena rusak. Butuh 13,85 miliar.Mengantisipasi banjir, kata Agus, KBN akan membangun sistem drainase yang baik sehingga banjir tak lagi terjadi.
(qom/ir)











































