Kerugian Banjir Rp 8,8 T

Kerugian Banjir Rp 8,8 T

- detikFinance
Senin, 19 Feb 2007 15:59 WIB
Jakarta - Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek pada awal Februari lalu menyisakan kerusakan dan kerugian dengan total nilai Rp 8,8 triliun. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan semula Rp 4,3 triliun. Menurut perhitungan Bappenas setidaknya tercatat kerusakan dan kerugian yang diderita masyarakat dan pemerintah mencapai Rp 5,2 triliun dengan kerugian ekonomi secara tidak langsung mencapai Rp 3,6 triliun.Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam penjelasan Bappenas tentang hasil penilaian kerusakan dan kerugian pascabanjir Jabodetabek 2007 di kantornya, Jalan Taman Surapati Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2007). Dipaparkan Paskah, perkiraan nilai kerusakan dan kerugian untuk sektor infrastruktur mencapai Rp 854 miliar. Kerusakan serta kerugian sektor ekonomi produktif mencapai Rp 2,9 triliun yang diderita oleh 75 industri besar terutama industri otomotif dan elektronik, 560 industri tekstil di sentra industri Cipulir, 2.100 unit usaha mebel yang berada di 24 sentra industri mebel Jakarta Timur dan Tangerang, 16.240 pedagang kaki lima di wilayah DKI serta 40 pasar tradisional.Selain itu, kerusakan dan kerugian sarana dan prasarana sosial diderita oleh lebih dari 200 unit sekolah, 33 puskesmas dan 3 rumah sakit serta fasilitas keagamaan.Berdasarkan penilaian Bappenas, curah hujan ditahun 2007 ini tercatat sebesar 327 milimeter untuk rata-rata Jabodetabek selama 6 hari. Curah hujan itu menciptakan luas genangan saat terjadinya banjir seluas 454,8 kilometer persegi di Jakarta, 221 kilometer persegi di Tangerang dan 250 kilometer persegi di Depok, Bogor dan Bekasi. Korban jiwa akibat banjir tercatat mencapai 79 orang. Sementara jumlah pengungsi mencapai 590.407 jiwa atau meningkat sangat tajam dibanding jumlah pengungsi banjir 2002 yang hanya 381 jiwa. (ard/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads