Fahmi Tolak Impor Tabung Gas
Selasa, 13 Mar 2007 18:20 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris menolak penyediaan tabung gas elpiji dari luar negeri. Menurutnya industri domestik sudah siap memproduksi tabung gas elpiji 3 kg untuk program konversi minyak tanah ke elpiji.Hal itu tertuang dalam surat Fahmi ke Wakil Presiden Jusuf Kalla bernomer 301 tanggal 9 Maret 2007.Dalam suratnya, Fahmi juga mengadukan langkah PT Pertamina yang mengirimkan request for quotation (RFQ) ke berbagai perusahaan penghasil tabung gas di seluruh asia dalam rangka pengadaan tabung gas elpiji 3 kg."Dengan memperhatikan kesiapan industri dalam negeri dan memperhatikan perkembangan investasi serta tenaga kerja yang terserap mohon kiranya penyediaan tabung gas elpiji 3 kg untuk program pengalihan penggunaan minyak tanah menjadi LPG benar-benar disi hanya oleh produksi dalam negeri," tulis Fahmi dalam suratnya yang diperoleh wartawan, Selasa (13/3/2007).Menurutnya saat ini jumlah industri tabung gas elpiji yang telah disiapkan untuk mendukung progaram tersebut sebanyak 28 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 19 juta tabung gas per tahun. Di tahun 2007 ini, 15 perusahaan diantaranya dapat menghasilkan 13 juta tabung. Stok tabung gas juga telah tersedia sebanyak 473.750 tabung.
(ard/qom)











































