Boediono: Ekonomi dan Stabilitas Ibarat Naik Sepeda

Boediono: Ekonomi dan Stabilitas Ibarat Naik Sepeda

- detikFinance
Jumat, 16 Mar 2007 15:20 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi tanpa stabilitas hanya akan menimbulkan masalah besar. Menko Perekonomian Boediono menyebut dua hal itu sebagai dua sisi mata uang yang saling berkaitan satu sama lain. Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas itu seperti orang naik sepeda. "Jadi kalau kita mengayuh ke depan, dinamika pertumbuhan ekonominya jalan, tapi harus ada keseimbangannya, yaitu dari sisi stabilitas ekonomi. Jadi kalau kita tidak mengayuh ke depan hanya menjaga keseimbangan, akan jatuh juga," ujarnya saat memberikan sambutan dalam Agrinex 2007 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (16/3/2007). Pertumbuhan ekonomi tanpa stabilitas pasti akan kolaps betapa pun cepatnya pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, stabilitas saja tanpa pertumbuhan ekonomi, juga akan menimbulkan masalah besar. "Akhirnya dalam jangka panjang dua-duanya harus kita bisa pelihara. Pertumbuhan yang cukup tinggi, dan stabilitas yang baik," ujarnya. Pertumbuhan saja tanpa memikirkan stabilitas itu berarti inflasi akan melonjak-lonjak. Inflasi itu menurut Boediono adalah proses pemiskinan. Dan semua orang menerima dampaknya. "Biasanya yang menerima dampak dari inflasi itu adalah mereka yang penerimaannya tetap. Kalau kita bicara di pasar uang, pasar modal, pasar devisa, mereka lepas asetnya untuk melindungi likuiditas," ujarnya. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan stabilitas pemerintah sudah mengeluarkan paket kebijakan. Diharapkan paket ini bisa menyelesaikan penyakit tahunan yang diderita Indonesia yakni kemiskinan dan pengangguran. Setiap tahunnya ada sekitar 1,8-2 juta tenaga kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja, semenatara berdasarkan angka BPS jumlah orang miskin mencapai 39 juta orang. "Dua-duanya ini memerlukan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi mengurangi kemiskinan. Untuk itu lah kita akan segera merealisasikan paket-paket tadi," ujarnya.Boediono yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali kuat seperti masa sebelum krisis. Tahun 2010 diharapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. "Ini suatu hal yang agak optimistis. Kita lihat di masa lalu kita pernah mencapai 7 persen plus pada masa sebelum krisis. Kita bisa mencapai lagi kalau ada tekad," paparnya (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads