Semen Akan Dikenai Bea Masuk
Rabu, 21 Mar 2007 18:17 WIB
Jakarta - Bukan hanya produk tekstil dan elektronik, produk Cina lainnya yakni semen sudah mulai menyerbu Indonesia. Tanpa disadari sejak 2002, serbuan semen Cina sudah menggerogoti pasar Indonesia dengan harga jual yang rendah.Untuk menangkal hal tersebut, pemerintah tengah mengkaji kenaikan bea masuk produk semen. Saat ini semen tidak dikenakan bea masuk alias nol persen.Hal tersebut disampaikan Dirjen Industri Agro dan Kimia, Benny Wahyudi, di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/3/2007). "Pengajuan kenaikan bea masuk sudah kami terima. Saat ini masih dikaji apa benar terjadi selisih harga yang signifikan. Yang mengusulkan Asosiasi Semen Indonesia karena tingginya angka impor semen," ujarnya.Selain dari Cina, berdasarkan data dari Departemen perindustrian setiap tahunnya Indonesia mengimpor semen dari Malaysia, AS, Singapura dan Australia dan enam negara lainnya. Dengan volume total impor pada tahun 2006 mencapai 781.296 ton.Asosiasi Semen Indonesia sempat khawatir masuknya semen impor dari Cina. Karena semen dijual dengan harga yang paling rendah. Hal ini disebabkan Cina mengalami oversupply semen hingga miliaran ton.Menurut data yang dimiliki Depperin, impor semen dari beberapa negara dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Total semen yang diimpor pada tahun 2002 sebesar 146.182 ton. Pada tahun 2005 melonjak menjadi 1,016 juta ton dan pertengahan tahun 2006 menjadi 781.296 ton.Negara pengekspor semen terbanyak dari tahun 2002 hingga 2006 ke dalam negeri adalah Malaysia. Sejak tahun 2002, impor semen dari Malaysia sebanyak 91.968 ton dan pertengahan tahun 2006 menjadi 753.601 ton.Menurut Benny, penyebab kenaikan impor dari Malaysia akibat pengalihan pasokan semen PT Semen Andalas dari Aceh ke pabrik di Malaysia.Negara lainnya adalah Cina, pada tahun 2002, negara ini mengekspor semen ke tanah air sebanyak 7.793 ton dan hingga pertengahan 2006 menurun, menjadi 2.072 ton.
(arn/ddn)











































