Warisan Budaya Jadi Industri Unggulan
Selasa, 27 Mar 2007 15:42 WIB
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, memasukkan industri warisan budaya ke dalam industri unggulannya. Industri warisan budaya yang tergolong usaha kecil menengah (UKM), diantaranya jamu, batik, tenun ikat, kerajinan dan mebel. Sektor usaha ini akan dijadikan sebagai ikon produk-produk Indonesia.Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Teknologi, Industri dan Kelautan Rachmat Gobel seusai diskusi bersama Kadin, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan juga diikuti oleh pengusaha Jaya Suprana dan Perwakilan Dubes Swedia, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2007)."Kadin mempunyai concern besar dalam roadmap-nya, industri berbasis budaya yang masuk menjadi salah satu dari 10 cluster atau kelompok industri unggulan," kata Rachmat.Menurut Rachmat, industri warisan budaya tersebut seluruh bahan bakunya berasal dari dalam negeri sehingga menjadi keuntungan tersendiri dan akan memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia dan ekspor ke depannya.Namun tidak semuanya industri warisan budaya itu dapat go international, terutama untuk industri makanan dan minuman, karena harus memenuhi standar keamanan pangan internasional yang tinggi."Tapi saya yakin apabila betul-betul diangkat, investor akan masuk untuk industri ini, karena apabila dikemas dengan baik tentu akan berdampak pada perekonomian," jelas Rachmat.Oleh karena itu ia meminta Kadin daerah untuk mengembangkan produk masing-masing daerahnya sehingga benar-benar menjadi produk asli Indonesia.
(hdi/qom)











































