Pertamina Diprioritaskan Untuk Pengadaan Elpiji
Kamis, 29 Mar 2007 17:56 WIB
Jakarta - Pertamina menjadi prioritas untuk pengadaan elpiji dalam negeri. Terutama untuk program konversi 1 juta kilo liter minyak tanah ke bahan bakar gas elpiji.Hal ini disampaikan Kepala BP Migas Kardaya Warnika usai rapat soal pasokan gas untuk industri, di Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/3/2007) "Kalau ada permintaan dari Pertamina untuk dalam negeri, kita prioritaskan," ujar Kardaya.Menurut Kardaya, selama ada gas yang memang belum terkontrak, maka bisa dialihkan untuk Pertamina. Mekanismenya, BP Migas akan mendiskusikannya dengan Pertamina dan menetapkan lapangan mana saja yang diambil Pertamina.Jika ada sisa atau tidak diambil Pertamina seluruhnya karena kendala teknis, maka Kontraktor Production Sharing (KPS) bisa menjualnya ke pihak lain."Setiap Pertamina minta, ada yang belum terkontrak, selalu dikasihkan ke Pertamina. Kalo Pertamina minta dan memang belum terkontrak, pasti dikasih," tegas Kardaya.Kardaya menambahkan permintaan elpiji dari Pertamina selama ini memang tidak selalu sama, alias berubah dari waktu ke waktu. Sebelumnya, Pertamina sendiri telah menjadwalkan mengimpor masing-masing 7 kargo elpiji untuk bulan Maret dan bulan April. Namun kemudian akhirnya memutuskan menambah jumlah yang akan impor pada bulan April sebanyak 3 kargo sehingga totalnya menjadi 10 kargo untuk April.
(lih/hdi)











































