Impor Tetap Jalan
Bulog Terapkan HPP Baru
Sabtu, 31 Mar 2007 17:23 WIB
Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) berjanji akan langsung mengimplementasikan kebijakan baru pemerintah soal kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah serta program yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3/2007. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar usai konferensi pers mengenai kebijakan perberasan baru pemerintah di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (31/3/2007)."Mulai besok malam kepala-kepala Bulog yang ada di daerah akan saya undang ke Jakarta untuk membicarakan hal ini, dan Senin akan dilakukan rapat kerja sehari penuh untuk melakukan aksi pembelian gabah, jadi mekanismenya tetap memakai mekanisme lama tapi dengan harga baru," ujarnya.Mustafa juga mengatakan bahwa pada 1 April, kenaikan HPP ini akan langsung dikomunikasikan kepada para produsen beras dan petani. "Untuk itu kita juga akan bekerjasama dengan sentra-sentra produksi beras, karena tidak mungkin kita kerja sendiri dengan sistem yang ada," ungkapnya.Selain itu Mustafa juga mengatakan bahwa akan menjalin kerjasama dengansentra-sentra produksi dan KUD (Koperasi Unit Desa). "Antara lain, di Kerawang, Sulawesi Selatan dan NTB. Mereka sistemnya sudah bagus, pokoknya mereka akan dimanfaatkan," ujarnya.Untuk impor beras, Mustafa mengatakan bahwa kegiatan impor beras sebanyak 500 ribu ton yang telah berjalan sebelumnya tetap berjalan walaupun Inpres baru ini menekankan peningkatan produksi dalam negeri. "Impor terus berjalan tapi akan tetap disimpan di dalam gudang, dan akan disalurkan kepada daerah-daerah non-produsen beras," ujarnya.Mustafa pun menambahkan bahwa keran impor beras harus dijaga untuk menjaga stok beras Bulog guna menjaga stabilitas harga. "Sampai saat ini beras impor yang sudah masuk sebanyak 300 ribu ton," ujarnya.Menurutnya sampai akhir tahun 2007 nanti memang stok beras nasional ditargetkan akan mencapai 1,5 juta ton. "Ini including stok beras pemerintah akhir tahun yang berjumlah 350 ribu ton," jelasnya.Mustafa juga mengatakan memang sempat ada gangguan mengenai transportasi angkutan kapal untuk impor beras Bulog. "Kami sedang berusaha menyelesaikannya, bahkan mencoba untuk bekerjasama dengan pihak asing karena kapal yang digunakan saat ini adalah kapal lokal, hal ini agar impor beras tetap siaga," jelasnya.
(dnl/ir)











































