Kontrak Migas Conoco di Blok Warim Terancam Diputus
Selasa, 10 Apr 2007 14:23 WIB
Jakarta -
Kontrak pengelolaan ConocoPhillips di Lapangan Warim, Papua terancam diputus tahun ini. ConocoPhillips dianggap tak kunjung mengelola blok tersebut.Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas ESDM R Priyono di kantor Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (10/4/2007). Priyono menjelaskan, ConocoPhillips hingga kini tidak melakukan eksplorasi atau pengembangan apapun. Padahal ConocoPhillips menjadi pengelola Warim sudah 10 tahun sejak 1997. Berdasarkan peraturan, lapangan yang tidak dikembangkan selama kontrak harus dikembalikan ke pemerintah. Permasalahan kedua yang membuat ConocoPhillips terancam didepak adalah terkait klaim UNICEF yang menyatakan bahwa wilayah Warim itu termasuk wilayah yang dikonservasi. Sehingga tidak boleh dilakukan eksplorasi di daerah tersebut. "Warim itu di Papua operatornya Copi. Disitu ada konservasi hutan milik Unicef. Dia (Unicef) bilang itu nggak boleh diapa-apain," ujarnya. Kontrak di lapangan Warim merupakan satu dari 12 kontrak yang berpotensi diputus tahun ini karena masa kontraknya yang akan berakhir dan belum dilakukan pengembangan.
(lih/qom)










































