Kalimantan Punya Jalur KA 2012
Senin, 16 Apr 2007 16:33 WIB
Jakarta - Tak hanya Jawa dan Sumatera yang memiliki alat transportasi kereta api. Pulau Kalimantan pun nantinya akan memiliki alat transportasi ini. Perusahaan asal Jepang Itochu bersama pemerintah akan membangun jalur kereta apai di Kalimantan Tengah sepanjang 700 km. Jalur ini merupakan jalur kereta pertama diluar Jawa dan Sumatera. Dan ditargetkan jalur ini dapat beroperasi pada tahun 2012.Rencana pembangunan tersebut diawali dengan penandatanganan MoU Itochu dengan Pemerintah di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/4/2007).Proyek ini merupakan proyek pertama yang melibatkan swasta setelah akhirnya diijinkan dalam perundang-undangan kereta api yang disahkan tahun ini."Jadi perubahan undang-undang itu memang sudah ditunggu-tunggu. Yang tadinya dibiayai APBN, sekarang bisa lepas," ujar Menteri Peruhubungan Hatta Rajasa usai penandatanganan.Jalur kereta api sepanjang 700 km ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 270 km berada di sepanjang Sungai Barito membentang dari Puruk Cahu-Muara Teweh-Buntok. "Sisanya yang sekitar 400 km akan dilanjutkan dua tahun setelah tahap pertama beroperasi," ujar CEO Itochu Yasuo Ichimura.Total investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 1 miliar. Dana ini termasuk untuk pengadaan gerbong, stasiun, dan infrastruktur penunjangnnya.Hatta menegaskan bahwa pembiayaan yang dibebankan ke pemerintah tidak akan lebih dari 30 persen. Sisanya, yang 70 persen akan ditanggung ditanggung pihak swasta."Jika berdasarkan paparan Itochu, pemerintah Indonesia menyediakan 20 persen, pinjaman dari JBIC 50 persen yang digaransi keekonomian, tanpa jaminan pemerintah. Sedangkan 30 persen sisanya disediakan gabungan Itochu, Satria Gamareksa (lokal partner Itochu) dan perusahaan daerah" jelas Hatta.Penandatanganan dilakukan oleh CEO Itochu dan Gurbenur Kalteng Teras Narang, disaksikan Menteri Peruhubungan Hatta Rajasa dan Dirjen Minerba DESDM Simon Sembiring.Selain membangun jalur kereta di Kalimantan Tengah, Itochu juga berkomitmen untuk membangun pelabuhan batubara (dry port) yang menghubungkan angkutan container dengan kereta api menuju pelabuhan Tanjung Priuk.Dry port ini akan dibangun di dua tempat, yaitu Karawang dan Jababeka dengan total investasi US$ 200 juta.
(lih/hdi)











































