Depdag Kaji OP Minyak Goreng

Harga Melonjak

Depdag Kaji OP Minyak Goreng

- detikFinance
Jumat, 20 Apr 2007 12:00 WIB
Jakarta - Tingginya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit dunia yang telah mencapai USD 600-700 pada tahun ini, membuat harga minyak goreng dalam negeri melonjak.Harga minyak goreng dalam negeri telah mencapai rata-rata Rp 8.000 per liter. Padadal harga rata-rata normal untuk minyak goreng curah adalah Rp 6.000-Rp 6.500 per liter, dan untuk minyak goreng kemasan adalah Rp 7.000 per liter.Oleh karena itu, Departemen Perdagangan bersama produsen akan mengkaji rencana untuk melakukan operasi pasar (OP) minyak goreng.Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, disela-sela acara breakfast meeting bersama Menperin dan Asosiasi industri ritel, di Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/4/2007)."Kita akan pantau terus dan evaluasi kalo harga tidak turun kita akan evaluasi apakah perlukan operasi atau tidak," ujar Mari.Dijelaskan Mari, tingginya harga CPO dunia disebabkan besarnya permintaan untuk biofuel. Permintaan yang tinggi tersebut untuk mengantisipasi terjadinya El Nino atau kemarau panjang. Selain itu, tingginga harga CPO dunia juga disebabkan oleh menurunnya produksi CPO pada Februari dan Maret hingga dibawah normal.Mari menambahkan, kenaikan harga minyak di dalam negeri ini sementara. Oleh karena itu, Departemen Perdagangan akan berusaha untuk menstabilkan harga dan memberikan pasokan yang cukup.Sementara Ketua Umum Gapmi Thomas Darmawan mengatakan, kenaikan harga minyak goreng yang mencapai rata-rata Rp 8.000 per liter tersebut tentunya mengkhawatirkan. Ia mengharapkan harga minyak goreng ini dapat kembali normal agar tidak membebani konsumen."Harga Rp 8.000 adalah harga yang mengkhawatirkan, dan ini telah terjadi kenaikan rata-rata 30 persen," ucap Thomas. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads