Ketidakseimbangan Global Tak Perlu Dikhawatirkan

Ketidakseimbangan Global Tak Perlu Dikhawatirkan

- detikFinance
Sabtu, 21 Apr 2007 10:25 WIB
Jakarta - Setelah sempat menjadi isu internsional dalam waktu yang cukup lama, negara-negara anggota Dana Moneter Internasional (IMF) sepakat tekanan ekonomi akibat ketidakseimbangan global mereda. Dampak ketimpangan ekonomi itu tidak usah dikhawatirkan.Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah usai peluncuran tiga buku Kerja sama ekonomi dan keuangan internasional di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/4/2007)."Di IMF kelihatannya hampir semua sepakat bahwa global imbalances sudah konfirm bahwa global imbalances tidak usah dikhawatirkan," ujarnya."Tempo hari kan dikhawatirkan kalau itu terjadi maka terjadi breakdwon atau hard landing," tambahnya.Dengan perekonomian Cina yang semakin fleksibel, penurunan harga minyak dan perbaikan neraca pembayaran AS, ekonomi global relatif bertahan. "Kelihatannya suistain semuanya," ujarnya.Selain itu dalam pertemuan IMF juga dibahas mengenai masalah kuota anggota. Anggota IMF saat ini masih membahas opsi-opsi yang akan menentukan kuota suatu negara.Dalam pertemuan di Washington mencuat opsi, mulai dari pertimbangan jumlah penduduk, GDP, dan GDP-Purchasing Power Parity (GDP-PPP). Indonesia lebih memilih opsi terakhir dalam penentuan kuota anggota IMF."Indonesia better of kalau PPP yang dipakai. Tapi ada beberapa kelompok keberatan seperti negera Eropa. AS mengusulkan supaya PPP yang digunakan," ujar Burhanuddin.Jika formula yang dipakai tetap formula yang sama, maka sampai kapanpun kuota Indonesia akan kalah dari Singapura, Malaysia dan Thailand."Saya mengatakan kepada kawan-kawan tidak mungkin kita menerima, karena Indonesia pasar terbesar GDP terbesar di region kita. Dan kita diharapkan jadi pemimipin dan kita nggak mungkin lebih rendah share-nya," cetus Burhanuddin.Masalah kuota ini diharapkan selesai pada tahun depan. Pertemuan di Wasington pekan lalu hanya membahas opsi dalam penentuan kuota suatu negara.Dalam pertemuan IMF di Singapura akhir tahun lalu, disepakati penambahan kuota 4 negara antara lain Cina, Turki dan Meksiko. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads