Mogok Karyawan Berlanjut, Produksi Freeport Berkurang
Sabtu, 21 Apr 2007 11:33 WIB
Jakarta - Aksi mogok yang dilakukan karyawan PT Freeport Indonesia (PT FI) yang tergabung dalam Tonggoi Papua hingga Sabtu (21/4/2007) siang masih berlangsung. Diskusi antara manajemen dan karyawan Freeport saat ini masih berlangsung.Akibat aksi mogok tersebut, produksi Freeport berkurang. Namun Corporate Communication PT FI Mindo Pangaribuan tidak bersedia menyebutkan berapa jumlah produksi yang berkurang tersebut."Kegiatan tambang dan pengolahan bijih saat ini dibawah tingkat rata-rata. Pengapalan konsentrat berlangsung sesuai ketersediaan produksi," ujar Mindo saat dihubungi detikFinance, Sabtu (21/4/2007).Namun Mindo tidak bersedia menyebutkan berapa nilai kerugian akibat berkurangnya produksi tersebut. "Sekarang masih terlalu dini," ujarnya. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, untuk pertambangan terbuka PT FI hanya beroperasi sekitar 20%, sementara pertambangan tertutup sekitar 60%. Dengan berkurangnya produksi, maka penerimaan negara dari PT FI diprediksi akan berkurang.PT FI pada tahun 2006 memberi kontribusi pada penerimaan negara sekitar Rp 12 triliun, dari total penerimaan pertambangan sekitar Rp 30 triliun. Untuk itu, Purnomo meminta agar aksi mogok yang dilakukan masyarakat Tonggoi Papua itu tidak berlarut-larut. Manajemen PT FI diminta segera menyelesaikan negosiasi dengan karyawan."Harapan kami memang demikian. Kami memang berharap bahwa manajemen Freeport dan Tonggoi Papua bisa berdiskusi dan bisa ketemu aspirasinya," ujar Mindo menanggapi permintaan Purnomo tersebut.Mindo berharap ada kesimpulan yang bisa dicapai antara manajemen dan Tonggoi Papua pada hari ini. Mindo mengungkapkan, karyawan PT FI yang melakukan aksi mogok kini sudah pulang ke rumah masing-masing. Aksi mogok yang dilakukan karyawan PT FI yang tergabung dalam Tonggoi Papua tersebut dilakukan untuk menuntut persamaan gaji dengan karyawan pendatang yang relatif lebih tinggi. Tonggoi Papua mengklaim memiliki anggota sekitar 3.000 karyawan. PT FI yang dimiliki oleh Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc bekerja berdasarkan kontrak karya yang diteken dengan pemerintah Indonesia. Sebanyak 81,28 persen saham PT FI dimiliki oleh Freeport-McMoRan, 9,36 persen dimiliki pemerintah Indonesia, dan 9,36 persen dimiliki oleh PT Indocopper Investama.
(qom/qom)











































