Pemerintah menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95), naik mulai Rabu (10/6/2026).
Pertamax naik dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Pertamax Green naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter.
Sementara mengutip Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet (Setkab), harga BBM nonsubsidi di Filipina Rp 22.158/liter, Laos Rp 31.945/liter, Thailand Rp 28.910/ liter, Myanmar Rp 25.085/liter, dan Singapura Rp 42.971/liter. Data ini dikutip dari Petrol Price, GasWatch, Global Petrol Price (per 11 Juni 2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Setkab, Jumat (12/6/2026).
Pemerintah juga menegaskan, kenaikan harga BBM non-subsidi mengikuti harga dunia. Sejauh ini, pemerintah mengklaim telah menahan kenaikan saat negara lain mengerek harga BBM.
"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," terang Setkab.
Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite sendiri masih dibanderol Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar Rp 6.800 per liter.
(hns/hns)










































