Dana BRR Diprediksi Membengkak Jadi Rp 80 Triliun

Dana BRR Diprediksi Membengkak Jadi Rp 80 Triliun

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2007 18:59 WIB
Jakarta - Biaya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias diperkirakan dapat meningkat menjadi sekitar Rp 80 triliun. Pembengkakan kebutuhan tersebut disebabkan dari meningkatnya anggaran untuk pembangunan rumah serta infrastruktur kecil lainnya.Padahal dana yang telah menjadi komitmen dari pemerintah Indonesia dan donor internasional dan lembaga lainnya hanya Rp 64 triliun atau US$ 7,1 miliar."Laju infllasi, hambatan logsitik, biaya tak terduga lainnya bisa meningkatkan kebutuhan dana BRR dari Rp 60 triliun menjadi Rp 80 triliun. Tapi, kita kan ada skala prioritas," kata Deputi Perencanaan dan Keuangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Amin Subekti, di acara Coordination Forum for Aceh and Nias (CFAN) 3, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/4/2007).Namun menurut Amin realisasi bantuan di Aceh, jauh lebih besar dibanding di negara lain seperti untuk gempa bumi di Iran dan Gujarat India beberapa waktu lalu.Sementara disampaikan Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto, penyerapan anggaran BRR setelah 2 tahun ini telah mencapai US$ 3,8 miliar. Dana tersebut dibelanjakan untuk berbagai proyek dan kegiatan."Ini adalah pencapaian yang menggembirakan. Separuh anggaran telah untuk membangun berbagi sarana fisik dan non fisik yang rusak berat akibat tsunami," ujar Kuntoro.Data terakhir BRR menunjukkan, bahwa BRR telah melakukan pembangunan 64.965 rumah dari total kebutuhan 120.000 rumah, 1.553 km jalan dari kebutuhan 3.471 km jalan, 8 dari kebutuhan 19 pelabuhan laut, 7 dari kebutuhan 18 bandara dan 782 dari kebutuhan 2.006 sekolah. Untuk fasilitas kesehatan, kinerja BRR telah melampaui target yakni sudah menuntaskan 359 fasilitas kesehatan dari kebutuhan 127 unit. (hdi/ard)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads