Bank Dunia Beri Utang Program Kecamatan Rp 1,12 Triliun
Jumat, 27 Apr 2007 13:28 WIB
Jakarta - Untuk mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia, Bank Dunia mengucurkan pinjaman tanpa bunga sebesar US$ 123 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun (kurs Rp 9.080/US$) melalui Program Pembangunan Kecamatan (PPK) tahap ketiga.Dana segar itu disalurkan melalui anak perusahaan Bank Dunia yakni International Development Association (IDA) yang memberikan kredit atau pinjaman tanpa bunga bagi negara miskin dan program pemberantasan kemiskinan.Pembayaran utang selama 35-40 tahun dan pelunasannya tidak akan dimulai sebelum 10 tahun dari waktu pengucuran dana.Hal tersebut disampaikan Pejabat Sementara Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Joel Hellman dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (27/4/2007)."Indonesia telah mengubah paradigma pembangunan dengan menjadikan masyarakat miskin sebagai penggerak, bukan penerima, dari kegiatan pembangunan," ujar Hellman.PPK merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, memperkuat institusi lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah. PPK dimulai sejak Indonesia mengalami krisis multidimensi dan perubahan politik pada 1998.PPK kini telah mencakup 34.000 desa di 30 dari 33 provinsi di Indonesia. Dalam 9 tahun ini, PPK telah mendukung pembangunan lebih dari 31.000 jalan, 8.000 jembatan, 9.000 unit sistem irigasi, 3.000 pos kesehatan dan 5.000 sekolah.Melihat PPK relatif berhasil di daerah-daerah, pemerintah tengah mengadopsi mekanisme dan skema PPK dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM).
(ddn/ir)











































