Cetak Biru ASEAN Economic Community Diteken November
Sabtu, 05 Mei 2007 16:01 WIB
Jakarta - Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-13 di Jerudong, Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam pada 3-4 Mei 2007 menghasilkan kesepakatan menuju pasar tunggal yang kompetitif dan rekomendasi strategis regional. Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, usai seminar bertajuk "Kunci Kebangkitan Ekonomi Indonesia" di Gedung Dhanapala, Jl. Wahidin Raya, Jakarta (5/5/2007). "Kesepakatan yang dicapai adalah kita telah membuat road map dan juga blue print (cetak biru) yang disepakati kepala negara tahun lalu bahwa kita akan mempercepat ASEAN Economic Community (AEC) dari 2020 menjadi 2015," jelasnya. Cetak biru AEC rencananya akan ditandatangani oleh para Kepala Negara ASEAN pada ASEAN Summit ke-13 pada November 2007 di Singapura. "Jadi untuk National Single Window terdapat di dalam blue print tersebut, dan juga di dalamnya memuat rencana strategis ASEAN dalam jangka pendek, menengah dan panjang hingga tahun 2015 menuju ASEAN yang terintegrasi," jelasnya. "Seiring dengan upaya ASEAN untuk menciptakan pasar tunggal barang, jasa dan investasi, para menteri ekonomi juga mempertimbangkan untuk menandatangani roadmap integrasi jasa logistik pada pertemuan AEC ke-39 bulan Agustus di Manila," tambahnya. Dia mengatakan bahwa untuk mempercepat AEC dari 2020 menjadi 2015 diperlukan adanya action plan. "Hal ini meliputi semua bidang, perdagangan jasa, barang, investasi, sektor keuangan dan tenaga kerja profesional serta terampil," paparnya. Untuk di Indonesia sendiri, peluang ini sangat besar. "Apalagi untuk menterampilkan tenaga kerja, karena bicara tenaga kerja, kita paling besar," ujarnya.
(dnl/qom)











































