Harga Minyak Goreng Turun Juni

Harga Minyak Goreng Turun Juni

- detikFinance
Rabu, 09 Mei 2007 16:10 WIB
Jakarta - Operasi pasar(OP) minyak goreng yang dilakukan dalam seminggu terakhir belum juga bisa menurunkan harga. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai penurunan terjadi secara bertahap dan bulan Juni mulai kelihatan dampaknya."Untuk mengatasi gejolak harga dunia yang sesaat ini, kita perkirakan juga tidak akan berlangsung lama. Begitu produksi akan meningkat kembali di Juni. Kami berharap pada Juni nanti harga sudah akan turun kembali. Apalagi kita sudah pegang komitmen dari swasta," kata Mari usai menghadiri pelantikan menteri baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/5/2007).Mari menjelaskan, untuk mengembalikan harga minyak goreng ditempuh dua cara. Pertama operasi pasar dengan harga Rp 6.900. Kedua program stabilisasi harga."Saya rasa yang kedua ini akan berhasil. Jadi produsen CPO sudah bersedia untuk menjual dengan harga tertentu di bawah harga dunia. Kemudian yang membuat minyak goreng juga menekan harga-harga yang lebih murah," tutur Mari.Harga yang dikejar untuk OP dan program penstabilan harga ini adalah sebesar Rp 6.500 - Rp 6.800 per kilogram untuk minyak curah. Diakui Mari, harga minyak goreng tidak bisa seketika turun tapi berjalan secara bertahap."Saya kira bertahap dan enggak bisa langsung. Misalkan sekarang harga sekitar Rp 8.000 dan kemudian dijual dengan harga Rp 6.500 akan memicu spekulasi. Mereka akan masuk dengan harga Rp 7.800 dulu. Nanti ke 7.600 dan kemudian hingga Rp 6.500. Ini mungkin akan makan waktu beberapa minggu," jelasnya.Untuk menurunkan harga minyak goreng pemerintah telah mendapat komitmen dari swasta yang menggelontorkan 100 ribu ton minyak goreng."Peran pemerintah disini adalah memfasilitasi swasta, yang terdiri dari semua anggota AIMI (produsen minyak goreng), GAPKI (produsen CPO), dan Gimni (produsen minyak nabati). Mereka sudah kommit minimal 100 ribu ton dari keperluan 250 ribu ton yang akan mereka masukkan dalam program stabilisasi. Program ini akan dihentikan kalau harga sudah kembali normal," papar Mari.Pihak swasta menurut Mari, telah memberikan komitmen 20-30 persen dalam OP yang telah berjalan satu minggu ini. (lh/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads