Sri Mulyani-Sofyan Djalil Bicara dari Hati ke Hati

Sri Mulyani-Sofyan Djalil Bicara dari Hati ke Hati

- detikFinance
Kamis, 10 Mei 2007 15:12 WIB
Jakarta - Menkeu Sri Mulyani dan Menneg BUMN Sofyan Djalil sudah saling bicara dari hati ke hati. Saling curhat itu dilakukan untuk mempererat hubungan sesama tim ekonomi itu. "Untuk pak sofyan Djalil, kita sudah bicara dari hati ke hati, muka ke muka. Nanti kita bicara secara bilateral maupun dikoordinasi dengan Pak Menko Boediono mengenai program-program BUMN," ujar Sri Mulyani.Ia menyampaikan hal itu disela-sela perbincangan dengan wartawan di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/5/2007).Pertemuan Sri Mulyani dengan Sofyan Djalil tidak melulu soał privatisasi, tapi juga soal setoran PNBP, dividen, penyertaan modal pemerintah."Itu kalau dari struktur APBN sendiri banyak jendelanya, sehingga harus duduk bersama harmonis dengan BUMN," jelasnya.Dengan Sofyan Djalil, Sri Mulyani mengaku tidak ada masalah serius. "Dan Pak Sofyan sepakat untuk duduk bersama-sama membuat mekanisme kerjasama ini lebih baik lagi," ujarnya.Kebiasaan curhat itu ternyata telah dilakukan saat Menneg BUMN dijabat oleh Sugiharto. Curhat dengan Sugiharto itu terutama sekali karena saat road show ke luar negeri, Sri Mulyani dkk kerap kali dihujani pertanyaan tentang BUMN."Tidak hanya masalah kapan (BUMN) dijual, tapi mereka tanya mengapa muncul kasus seperti ini karena itu owned by goverment, dimiliki pemerintah, masa pemerintah tidak tahu menahu," ungkapnya.Mantan direktur IMF ini menambahkan, BUMN merupakan sebagian wajah dari Indonesia atau disebutnya sebagai The sample of goverment excelences."Kalau mereka bertingkah laku di pasr modal harus begitu, karena BUMN itu merupakan face of Indonesia, wajah Indonesia tercermin dari perilaku BUMN," ujarnya. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads