Defisit Gas Sumatera Diatasi dengan SSRV
Jumat, 11 Mei 2007 19:32 WIB
Jakarta - Untuk mengatasi defisit gas di Sumatera bagian Utara yang berkepanjangan hingga 2015, pemerintah akan menanganinya dengan Shuttle Storage Receiving Vessel (SSRV). SSRV merupakan kapal pengangkut gas dari daerah lain yang dilengkapi dengan fasilitas regasifikasi. Kapal ini berguna sebagai pengangkut gas sekaligus terminal LNG. Dirjen Migas Luluk Sumiarso menjelaskan, SSRV merupakan terobosan untuk mengatasi defisit Sumatera bagian Utara yang berkepanjangan. "Sampai 2015 itu, Sumatera bagian Utara rapornya merah terus. Harus ada terobosan!" tegasnya di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (11/5/2007). Menurutnya, solusi ini memungkinkan secara teknis dan ekonomis. Untuk implementasi dan pengoperasiannya, akan diserahkan ke PGN. "Yang paling berkepentingan PGN. Dia yang punya market disitu, biar dia yg operasikan," ujarnya. Kepala BP Migas Kardaya Warnika menyatakan, saat ini pemerintah masih menghitung apakah akan sekedar menyewa atau membeli kapal tersebut. Lebih lanjut luluk menjelaskan, biaya sewa kapal berkapasitas sekitar 400 juta mmscfd ini terhitung murah, yaitu dibawah US$ 1/mmscfd. Sedangkan untuk pasokan gasnya, direncanakan akan diambil dari daerah lain yang masih surplus selama 2008-2009. Jika pemerintah bisa segera mengambil keputusan, maka penggunaan kapal tersebut bisa terealisasi dalam 8 bulan. "Kalau keputusan diambil segera, sekitar 8 bulan sudah bisa. Kalau tidak ada upaya, dikoret-koret gimanapun tidak akan memenuhi," ujarnya.
(lih/qom)











































