Exxon Mau Mempercepat, Blok Cepu Berproduksi Akhir 2008
Senin, 14 Mei 2007 13:42 WIB
Jakarta - Setelah tawar menawar cukup lama, ExxonMobil akhirnya setuju mempercepat produksi minyak di Blok Cepu pada akhir 2008. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah Indonesia agar Cepu berproduksi selambat-lambatnya 2009. "Kami memperkirakan bisa berproduksi pada akhir 2008," kata Presiden Exxon Mobil Ltd Peter Coleman.Ia menyatakan hal tersebut dalam penjelasannya pada Presiden SBY saat mengunjungi stand Exxon di acara "31st IPA Annual Convention and Exhibiton" di Jakarta Convention Center, Senin (14/5/2007). Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskan percepatan tersebut merupakan jangka waktu yang paling realistis. "Sekarang kan sudah pertengahan 2007, paling realistis memang akhir 2008," ujarnya. Percepatan tersebut akan dilakukan dengan penggunaan pipa PetroChina. Jika memungkinkan, pengangkutan hasil produksi akan dibantu dengan truk-truk. Namun produksi minyak pada akhir 2008 baru sekitar 15 ribu barel per hari. Sedangkan produksi puncaknya yang diprediksi mencapai sekitar 165-168 ribu bph baru bisa terelaisasi pada akhir 2010. "Kalau untuk peak-nya, akhir 2010 atau awal 2011. Itu sekitar 165 ribu bph," ujar Deputy Development Manager Thor Sutan Assin disela-sela acara tersebut. Menurutnya, produksi puncak belum bisa dipercepat karena terkendala masalah pembebasan lahan. Ia menuturkan dibutuhkan waktu sekitar 3-3,5 tahun untuk pembebasan lahan dalam rangka produksi puncak. Sebelumnya produksi minyak di blok tersebut baru bisa terlaksana pada 2010. Namun pemerintah berkeinginan hal itu dipercepat untuk mendukung program kenaikan produksi migas 30% pada 2009. Sedangkan untuk produksi gas baru bisa terlaksana pasca produksi minyak.
(lih/qom)











































